Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Dunia Waspadai Krisis Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Selat Hormuz kembali ditutup Iran (REUTERS/Stringer)

Foto: Selat Hormuz kembali ditutup Iran (REUTERS/Stringer)

Jemarionline.com – Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah ketegangan dengan Amerika Serikat meningkat dalam beberapa hari terakhir. Keputusan tersebut langsung menarik perhatian dunia karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Penutupan terbaru terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan yang diklaim sebagai operasi defensif di wilayah dekat Selat Hormuz. Tak lama kemudian, militer Iran mengumumkan penutupan jalur tersebut dan mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintas.

Langkah Iran memicu kekhawatiran baru di pasar global. Banyak negara bergantung pada jalur ini untuk mengangkut minyak dan gas dari kawasan Teluk ke berbagai belahan dunia. Karena itu, setiap gangguan di Selat Hormuz hampir selalu berdampak pada harga energi internasional.

Iran Umumkan Penutupan Total

Media Iran melaporkan ledakan di sejumlah wilayah selatan negara itu, termasuk kawasan dekat Bandar Abbas, Qeshm, Minab, dan Sirik. Ledakan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat mengakui telah melakukan serangan terhadap target tertentu di wilayah Iran.

Setelah insiden itu, Komando Khatam al-Anbiya mengeluarkan pernyataan keras terkait aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut laporan kantor berita Tasnim yang dikutip AFP, Iran menegaskan bahwa seluruh kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran militer. Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa Selat Hormuz kini tertutup sepenuhnya untuk semua jenis kapal.

Pernyataan tersebut menunjukkan peningkatan eskalasi yang signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung antara Teheran dan Washington.

Dua Kapal Disebut Jadi Sasaran

Angkatan Laut Iran mengklaim telah menyerang dua kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga :  India Tambah Pesanan S-400 dari Rusia, Abaikan Tekanan AS

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa kedua kapal tersebut memasuki jalur strategis itu tanpa izin dari otoritas Iran. Hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai kondisi kapal maupun identitasnya.

Meski demikian, laporan tersebut langsung meningkatkan kekhawatiran pelaku industri pelayaran dan perusahaan energi internasional.

Banyak perusahaan pelayaran kini memantau perkembangan situasi sebelum mengirim kapal melalui kawasan tersebut.

Mengapa Selat Hormuz Sangat Penting?

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman dan Samudra Hindia.

Jalur ini menjadi rute utama ekspor minyak dari negara-negara produsen energi di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Iran sendiri. Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia biasanya melewati jalur tersebut.

Karena perannya yang sangat strategis, setiap ancaman terhadap Selat Hormuz hampir selalu memengaruhi pasar energi global.

Investor biasanya merespons cepat setiap perkembangan yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia.

Konflik Iran dan AS Kembali Memanas

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Namun situasi kembali memburuk setelah serangan terbaru yang terjadi di wilayah dekat Selat Hormuz. Iran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk agresi langsung terhadap kedaulatan negaranya.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa sejumlah pejabat Iran telah menghubungi pihaknya untuk meminta penghentian serangan.

Trump juga menyebut operasi militer akan terus berlanjut jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan baru.

Baca Juga :  Sejarah Terbentuknya Selat Hormuz: Jalur Strategis yang Terbentuk dari Proses Alam

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa peluang meredanya konflik dalam waktu dekat masih belum pasti.

Iran Serang Pangkalan AS di Bahrain

Selain menutup Selat Hormuz, Iran juga melancarkan serangan terhadap target militer Amerika Serikat di Bahrain.

Media Iran melaporkan bahwa pasukan mereka menargetkan fasilitas komunikasi dan radar yang digunakan Armada Kelima AS. Serangan itu terjadi sebagai respons atas operasi militer Washington di sekitar Selat Hormuz.

Pemerintah Bahrain kemudian mengeluarkan peringatan keamanan kepada masyarakat dan meminta warga tetap berada di lokasi aman.

Perkembangan tersebut semakin memperluas dampak konflik di kawasan Teluk.

Dampak terhadap Harga Minyak Dunia

Penutupan Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak dunia naik dalam waktu singkat.

Pasar energi biasanya bereaksi cepat terhadap ancaman gangguan pasokan dari Timur Tengah. Jika kapal tanker kesulitan melintas, pasokan minyak global dapat berkurang dan memicu kenaikan harga.

Selain itu, biaya asuransi kapal dan biaya pengiriman juga berpotensi meningkat.

Akibatnya, negara-negara pengimpor energi bisa menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar apabila krisis berlangsung lama.

Dunia Menunggu Respons Berikutnya

Hingga saat ini, berbagai negara masih memantau perkembangan situasi di kawasan Teluk.

Sejumlah analis menilai penutupan Selat Hormuz dapat menjadi salah satu peristiwa paling berpengaruh terhadap ekonomi global pada 2026 apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Karena itu, dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari Iran maupun Amerika Serikat.

Jika kedua negara gagal meredakan ketegangan, risiko terhadap perdagangan energi internasional dapat meningkat lebih jauh.

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB