Jemarionline – Hingga hari ketiga pascakeracunan massal usai mengonsumsi soto dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 12 siswa di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ahmad Ripin Sengeti.
Direktur RSUD Ahmad Ripin, Agus Subekti, mengatakan sebagian besar pasien telah dipulangkan. Dari total 145 pasien yang sempat ditangani, 99 orang menjalani rawat inap, 44 pasien rawat jalan, dan dua pasien dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi.
Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari murid TK, SD, MTs atau sederajat, guru, hingga balita. Seluruhnya diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang disalurkan pada Jumat (30/1/2026).
Menindaklanjuti insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti. Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, menyebut penghentian dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Budhi menegaskan adanya indikasi kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, kejadian ini seharusnya dapat dicegah jika SOP dijalankan secara konsisten.
Sebagai langkah pencegahan, seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Muaro Jambi dijadwalkan dikumpulkan pada Senin (2/2/2026) untuk memperketat pengawasan pelaksanaan program MBG.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Muaro Jambi, Wiranto, meminta penyelenggara program bertanggung jawab dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. DPRD berencana memanggil pihak SPPG untuk klarifikasi.
Di sisi lain, Kepala SPPG Sengeti, Akbar Amrullah, menyatakan penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil laboratorium. Ia juga membantah adanya praktik daur ulang makanan dalam penyediaan menu MBG.
Hingga kini, seluruh pihak masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.









