Jemarionline – Pemerintah Indonesia tengah mengkaji penerapan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai upaya efisiensi energi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, jika masyarakat mengurangi mobilitas dengan bekerja dari rumah satu hari setiap minggu, konsumsi BBM harian bisa ditekan hingga sekitar 1/5 atau 20 persen.
“Dengan mengurangi pergerakan harian, penggunaan bahan bakar untuk transportasi juga ikut menurun,” ujar Airlangga dalam keterangannya.
Masih Dalam Tahap Kajian
Meski dinilai menjanjikan, kebijakan ini belum diputuskan secara final. Pemerintah masih melakukan kajian mendalam untuk memastikan implementasinya tidak mengganggu produktivitas kerja maupun aktivitas ekonomi nasional.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain kesiapan sektor industri, efektivitas kerja jarak jauh, serta dampaknya terhadap layanan publik.
Potensi Diterapkan Setelah Lebaran
Pemerintah membuka kemungkinan kebijakan ini mulai diterapkan setelah momen Lebaran 2026. Namun, keputusan akhir akan bergantung pada hasil evaluasi lintas kementerian dan lembaga terkait.
Respons Kondisi Global
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam merespons dinamika global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik.
Dengan menekan konsumsi BBM, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas energi sekaligus mengurangi beban subsidi.









