Ancaman Krisis Air di Timur Tengah, Sungai Eufrat dan Tigris Terancam Mengering

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ancaman Krisis Air di Timur Tengah, Sungai Eufrat dan Tigris Terancam Mengering ( dok.AFP/AHMAD AL-RUBAYE /CNBC Indonesia )

Ancaman Krisis Air di Timur Tengah, Sungai Eufrat dan Tigris Terancam Mengering ( dok.AFP/AHMAD AL-RUBAYE /CNBC Indonesia )

Jemarionline.com, Kawasan Timur Tengah menghadapi ancaman serius terkait krisis air. Dua sungai besar, yaitu Sungai Eufrat dan Tigris, yang selama ribuan tahun menjadi penopang kehidupan, kini menunjukkan tanda-tanda penyusutan yang mengkhawatirkan.

Kedua sungai tersebut selama ini menjadi sumber utama air bersih, irigasi pertanian, hingga kebutuhan industri bagi negara-negara seperti Turki, Suriah, dan Irak.

Prediksi Mengering pada 2040

Sejumlah penelitian memperkirakan bahwa Sungai Eufrat dan Tigris berpotensi mengering pada sekitar tahun 2040. Prediksi ini didasarkan pada penurunan debit air yang terus terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Faktor utama yang memicu kondisi ini antara lain perubahan iklim global, peningkatan suhu, serta berkurangnya curah hujan di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Prajurit AS di Kapal Induk Alami Stres Berat,Ini Penyebabnya

Dampak Bendungan dan Aktivitas Manusia

Selain faktor alam, aktivitas manusia turut memperparah kondisi sungai. Pembangunan bendungan besar di wilayah hulu, terutama di Turki, membuat aliran air ke negara hilir seperti Suriah dan Irak semakin berkurang.Penggunaan air yang berlebihan untuk pertanian dan kebutuhan domestik juga mempercepat penurunan volume air. Tanpa pengelolaan yang berkelanjutan, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin memburuk.

Ancaman Krisis Kemanusiaan

Jika kedua sungai ini benar-benar mengering, dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan manusia. Krisis air bersih dapat memicu penurunan produksi pangan, peningkatan kemiskinan, hingga potensi konflik antarnegara.

Air menjadi sumber daya yang sangat vital, sehingga perebutannya berisiko menimbulkan ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Dikaitkan dengan Peringatan dalam Hadis

Fenomena mengeringnya Sungai Eufrat juga sering dikaitkan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa sungai tersebut suatu saat akan surut dan mengungkap sesuatu yang berharga.Sebagian pihak menilai bahwa kondisi saat ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya secara bijak.

Perlu Kerja Sama Internasional

Para ahli menekankan bahwa solusi atas krisis ini membutuhkan kerja sama lintas negara. Pengelolaan air yang adil dan berkelanjutan menjadi kunci untuk mencegah bencana yang lebih besar.Tanpa langkah konkret dan komitmen bersama, Timur Tengah berisiko menghadapi krisis air yang berdampak luas terhadap kehidupan jutaan orang.

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru