Unilever Indonesia Tegaskan Buavita Masih Milik Perusahaan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Unilever Indonesia Tegaskan Buavita Masih Milik Perusahaan ( ilustrasi Poto :AI)

Unilever Indonesia Tegaskan Buavita Masih Milik Perusahaan ( ilustrasi Poto :AI)

Jakarta, jemarionlie.com – PT Unilever Indonesia memberikan klarifikasi tegas terkait isu penjualan bisnis jus Buavita yang ramai beredar di pasar. Manajemen memastikan Buavita masih menjadi bagian dari perusahaan dan belum mengalami proses penjualan.

Perusahaan langsung merespons kabar tersebut melalui keterbukaan informasi. Manajemen menyatakan belum menjalin kesepakatan dengan pihak mana pun terkait divestasi Buavita. Mereka juga menegaskan bahwa perusahaan tidak sedang menjalankan transaksi penjualan merek tersebut.

Manajemen Redam Isu yang Beredar

Unilever Indonesia mengambil langkah cepat untuk meredam spekulasi yang berkembang. Manajemen menilai rumor yang beredar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Mereka mengajak investor dan publik untuk mengacu pada informasi resmi perusahaan.

Baca Juga :  Sektor UMKM Digital Terus Tumbuh, Pelaku Usaha Manfaatkan Platform Online di Awal 2026

Perusahaan menegaskan komitmennya terhadap transparansi. Jika manajemen mengambil keputusan strategis, termasuk menjual aset, mereka akan mengumumkannya secara terbuka. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga kepercayaan pasar.

Perusahaan Evaluasi Portofolio Bisnis

Unilever Indonesia terus mengevaluasi portofolio bisnisnya untuk meningkatkan kinerja. Manajemen aktif meninjau produk dan lini usaha yang kurang memberikan kontribusi optimal. Mereka ingin mengarahkan fokus pada bisnis dengan pertumbuhan lebih cepat dan margin lebih tinggi.

Strategi ini sejalan dengan arah global Unilever. Perusahaan telah melepas beberapa bisnis yang tidak lagi menjadi prioritas. Namun, manajemen belum memasukkan Buavita ke dalam daftar penjualan. Saat ini, tim internal masih melakukan kajian menyeluruh terhadap berbagai opsi strategis.

Baca Juga :  Honda MARHABAN Tawarkan DP Mulai Rp 1 Juta dan Cashback Hingga Rp 3,5 Juta

Operasional Tetap Berjalan Normal

Unilever Indonesia memastikan seluruh kegiatan operasional tetap berjalan lancar. Tim manajemen terus mengelola bisnis minuman, termasuk Buavita, tanpa perubahan signifikan. Perusahaan juga menjaga distribusi produk agar tetap menjangkau konsumen secara optimal.

Melalui klarifikasi ini, Unilever Indonesia ingin menjaga stabilitas persepsi pasar. Perusahaan berharap investor tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Sebagai kesimpulan, Unilever Indonesia masih memegang penuh bisnis Buavita. Manajemen belum mengambil keputusan untuk menjual merek tersebut dan tetap fokus menjalankan strategi bisnis secara aktif dan terarah.***

Berita Terkait

IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, Kembali Dekati Zona Pandemi
Bitcoin Turun ke Level 70.000 Dollar AS, Tekanan Datang dari Strategy dan Ketidakpastian Iran
OJK Dorong Penguatan BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024–2027 untuk Dukung UMKM
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 25.000, Tinggalkan Level Rp 2,8 Juta
Impor Indonesia Naik 13,40% Januari–April 2026, Bahan Baku Jadi Pendorong Utama
Profitabilitas Asuransi Umum dan Reasuransi Tetap Kuat di Awal 2026, Laba Capai Rp4,22 Triliun
IFBC Expo 2026 Bandung Dorong Generasi Muda Masuk Dunia Franchise
Pemerintah Persempit Penerima PPh Final UMKM 0,5 Persen
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:00 WIB

IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, Kembali Dekati Zona Pandemi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:46 WIB

OJK Dorong Penguatan BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024–2027 untuk Dukung UMKM

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 25.000, Tinggalkan Level Rp 2,8 Juta

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:00 WIB

Impor Indonesia Naik 13,40% Januari–April 2026, Bahan Baku Jadi Pendorong Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:54 WIB

Profitabilitas Asuransi Umum dan Reasuransi Tetap Kuat di Awal 2026, Laba Capai Rp4,22 Triliun

Berita Terbaru