Trump Desak Koalisi Global Buka Selat Hormuz, NATO Ikut Ditekan Bantu AS

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Trump Desak Koalisi Global Buka Selat Hormuz, NATO Ikut Ditekan Bantu AS ( Foto: Dok. Donald Trump via Truth Social/Handout via REUTERS )

Trump Desak Koalisi Global Buka Selat Hormuz, NATO Ikut Ditekan Bantu AS ( Foto: Dok. Donald Trump via Truth Social/Handout via REUTERS )

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta negara-negara dunia membentuk koalisi internasional untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Permintaan tersebut muncul di tengah situasi yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada keamanan kapal-kapal yang melintas di jalur vital tersebut.

Jalur minyak dunia terancam

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk harus melewati selat sempit ini sebelum menuju pasar global.

Gangguan keamanan di wilayah tersebut membuat sejumlah kapal tanker mengurangi aktivitas pelayaran. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Baca Juga :  Mengintip Biaya Bangun SPBU Pertamina dan Kisaran Gaji Operator

Trump menilai keamanan jalur tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Amerika Serikat. Ia menyebut negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk juga harus ikut menjaga stabilitas jalur pelayaran itu.

NATO didorong ikut terlibat

Dalam pernyataannya, Trump juga menekan sekutu Amerika Serikat, terutama anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO), agar berpartisipasi dalam upaya pengamanan Selat Hormuz.

Menurutnya, dukungan militer dari negara-negara sekutu sangat penting untuk memastikan jalur perdagangan global tetap aman.

Ia bahkan mengingatkan bahwa kerja sama keamanan internasional akan dipertanyakan jika negara-negara yang selama ini menjadi mitra Washington tidak ikut membantu menjaga stabilitas di kawasan tersebut.

Baca Juga :  China Bangun Segudang Senjata Canggih, Amerika Disebut Tak Bisa Kabur

Respons sekutu masih berhati-hati

Meski mendapat tekanan dari Washington, sejumlah negara sekutu belum menunjukkan komitmen untuk mengirim kapal perang ke kawasan Teluk.

Beberapa pemerintah memilih bersikap hati-hati karena khawatir keterlibatan militer dapat memperluas konflik dengan Iran.

Sejumlah negara juga menilai penyelesaian diplomatik tetap menjadi opsi terbaik untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut.

Kekhawatiran konflik meluas

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi perhatian komunitas internasional karena jalur tersebut sangat menentukan stabilitas perdagangan global.

Jika ketegangan terus meningkat, bukan hanya sektor energi yang terdampak, tetapi juga stabilitas ekonomi dunia secara keseluruhan.

Berita Terkait

Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Faktor yang Mendorong Kenaikannya
GoTo Buka Suara soal PHK Tokopedia, Pastikan Tak Berdampak Material
Harga Emas Antam Naik Rp11.000, Buyback Melonjak Rp55.000
IHSG Melonjak 2 Persen, Ini Penyebab Penguatan Bursa Hari Ini
IHSG Menguat, Investor Asing Fokus Borong Saham Unggulan di Tengah Pemulihan Pasar
Harga Emas Mulai Bangkit, Sentimen Global Kembali Dorong Minat Investor
Prediksi Harga Emas Antam Selasa 30 Juni 2026, Pakar Ungkap Arah Pergerakannya
Babak Baru Harga Emas Terungkap, Pakar Prediksi Arah Pekan Depan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Faktor yang Mendorong Kenaikannya

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:00 WIB

GoTo Buka Suara soal PHK Tokopedia, Pastikan Tak Berdampak Material

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp11.000, Buyback Melonjak Rp55.000

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

IHSG Melonjak 2 Persen, Ini Penyebab Penguatan Bursa Hari Ini

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:00 WIB

IHSG Menguat, Investor Asing Fokus Borong Saham Unggulan di Tengah Pemulihan Pasar

Berita Terbaru

Ilustrasi AI.(Pexels/cottonbro studio)

Teknologi

Perusahaan Kembali Rekrut Karyawan Setelah Uji Coba AI

Selasa, 7 Jul 2026 - 11:00 WIB