Gen Z Semakin Aktif Berinvestasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tren investasi generasi muda terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi.( iluatrasi Poto : CNBC Indonesia ).

Tren investasi generasi muda terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi.( iluatrasi Poto : CNBC Indonesia ).

Jakarta, jemasrionline.com – Tren investasi generasi muda terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi dan derasnya arus informasi finansial di media sosial.

Generasi muda, terutama Gen Z, kini semakin aktif mengalokasikan dana ke berbagai instrumen investasi untuk mengejar tujuan keuangan jangka panjang.

Strategi Investasi Fleksibel yang Diterapkan Investor Muda

Ezra (26), salah satu investor muda, mulai berinvestasi sejak merencanakan kehidupan berkeluarga sekitar empat tahun lalu.

Ia kemudian menata keuangannya untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, terutama menjelang kelahiran anak pertamanya.

Dalam praktiknya, Ezra membagi dana ke berbagai instrumen seperti obligasi negara ritel (ORI), saham, deposito, dan emas fisik.

Ia tidak terpaku pada satu aset karena ia menyesuaikan keputusan investasi dengan kebutuhan hidup yang terus berubah.

Ketika membutuhkan dana untuk keperluan tertentu seperti membeli barang elektronik atau kendaraan, ia mencairkan sebagian investasinya.

Di sisi lain, ia juga memindahkan dana ke instrumen lain saat kondisi pasar berubah, misalnya ketika bunga deposito turun atau ketika pasar saham sedang bergejolak.

Peran Media Sosial dalam Keputusan Investasi

Ezra juga mengandalkan media sosial sebagai salah satu sumber informasi dalam mengambil keputusan investasi.

Ia secara aktif mengikuti influencer keuangan untuk memahami arah pasar dan membaca sentimen yang berkembang, baik positif maupun negatif.

Baca Juga :  PT Tren Gen Horizon Raih Sertifikat HAKI, Perkuat Legalitas Bisnis Periklanan Digital

Ia menilai informasi dari media sosial membantu dirinya memahami kondisi ekonomi lebih cepat.

Misalnya, ketika pasar saham mengalami volatilitas atau ketika harga emas turun, ia segera menyesuaikan strategi investasinya dengan menambah alokasi pada aset tertentu.

Selain itu, Ezra menggunakan layanan dari Bank Jago untuk mengatur keuangannya.

Fitur kantong digital pada aplikasi tersebut membantunya memisahkan dana investasi, tabungan, dan dana darurat secara lebih terstruktur sehingga ia lebih mudah mengelola tujuan keuangan yang berbeda.

Pergeseran Pola Aset Masyarakat Indonesia

Perubahan perilaku investasi tidak hanya terjadi pada individu, tetapi juga terlihat dalam data nasional.

Lembaga Penjamin Simpanan (Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)) mencatat bahwa simpanan bank masih mendominasi aset keuangan masyarakat, meskipun porsinya mulai menurun.

Pada Februari 2026, porsi simpanan bank tercatat sekitar 68 persen dari total aset individu, turun dari sekitar 73 persen pada 2023.

Sebaliknya, porsi investasi di saham dan surat berharga negara (SBN) meningkat menjadi sekitar 32 persen pada periode yang sama.

Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai mengalihkan sebagian aset mereka ke instrumen investasi yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi dalam jangka panjang.

Tantangan Konsistensi di Kalangan Gen Z

President IARFC Indonesia, Aidil Akbar, menilai tantangan utama generasi muda saat ini bukan lagi soal memulai investasi, melainkan menjaga konsistensi dalam berinvestasi.

Baca Juga :  Harga Perak Global dan Domestik Kompak Naik, Ini Penyebabnya

Ia menjelaskan bahwa gaya hidup konsumtif yang semakin mudah dilakukan melalui transaksi digital membuat banyak anak muda kesulitan mempertahankan disiplin finansial.

Akses belanja online yang cepat dan kemudahan pinjaman digital mendorong pengeluaran konsumtif meningkat.

Aidil menekankan pentingnya memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan.

Ia juga mengingatkan bahwa hasil investasi umumnya baru terasa signifikan setelah berjalan lebih dari lima tahun, sehingga kesabaran menjadi faktor penting.

Peran Teknologi dalam Pengelolaan Investasi

Industri perbankan dan teknologi finansial turut merespons perubahan perilaku tersebut.

Bank Jago mengembangkan fitur pengelolaan keuangan berbasis kantong digital untuk membantu pengguna memisahkan dana sesuai kebutuhan.

Head of Retail Banking Brand and Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, menjelaskan bahwa banyak nasabah kesulitan mengatur keuangan karena seluruh dana tercampur dalam satu rekening.

Dengan fitur tersebut, pengguna dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan harian, tabungan, investasi, hingga dana darurat secara lebih disiplin.

Bank Jago juga mengintegrasikan layanan investasi dengan platform seperti Bibit dan Stockbit.

Integrasi ini memungkinkan pengguna mengelola dan memantau portofolio investasi dalam satu ekosistem tanpa harus berpindah aplikasi.(ar)

Berita Terkait

PT Tren Gen Horizon Raih Sertifikat HAKI, Perkuat Legalitas Bisnis Periklanan Digital
Grab Resmi Hentikan Program Akses Hemat GrabBike, Ini Dampaknya bagi Mitra Pengemudi
Strategi Investasi ST016 Saat Pasar Cermati Kenaikan Suku Bunga AS dan BI
IHSG Ambruk 4,11 Persen, Investor Panik Saat Bursa Sentuh Level Terendah Setahun
Saham BUMI Berbalik Arah Melemah Saat IHSG Anjlok pada Sesi Pertama
Cara Membuat Roti Teflon Empuk Tanpa Oven, Hasil Lembut Ala Bakery
Harga Emas Turun Hari Ini, Antam Stabil di Tengah Tekanan Pasar Global
IHSG Merosot Lebih dari 3 Persen Usai Pengumuman MSCI, Investor Asing Ramai Lepas Saham
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:11 WIB

PT Tren Gen Horizon Raih Sertifikat HAKI, Perkuat Legalitas Bisnis Periklanan Digital

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:00 WIB

Grab Resmi Hentikan Program Akses Hemat GrabBike, Ini Dampaknya bagi Mitra Pengemudi

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:00 WIB

Strategi Investasi ST016 Saat Pasar Cermati Kenaikan Suku Bunga AS dan BI

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:00 WIB

Gen Z Semakin Aktif Berinvestasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:00 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Investor Panik Saat Bursa Sentuh Level Terendah Setahun

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB