Jambi, jemarionline.com – Pemerintah Kota Jambi menutup TPS di depan Pasar Talang Banjar dan mulai menjalankan sistem baru pengelolaan sampah kota Jambi.
DPRD DPRD Kota Jambi langsung memberi dukungan karena menilai langkah ini bisa memperbaiki masalah sampah yang sudah lama mengganggu warga.
Penutupan TPS dan Perubahan Sistem
Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menutup TPS tersebut pada Kamis (21/5/2026). Mereka kemudian mengalihkan fungsi lokasi itu menjadi transfer depo percontohan.
Pemerintah kota ingin mengubah pola pengelolaan sampah agar lebih teratur dan tidak lagi menimbulkan penumpukan di jalan. Sistem baru ini juga akan mengurangi titik pembuangan liar di kawasan padat aktivitas.
DPRD Soroti Masalah Sampah Lama
Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi, Efendi atau Alung, mengatakan warga sudah lama mengeluhkan sampah di kawasan Kecamatan Jambi Timur. Ia menyebut laporan tentang sampah berserakan terus masuk ke DPRD.
“Program ini sudah tepat. Tapi masyarakat juga harus ikut menjaga aturan supaya hasilnya maksimal,” kata Efendi.
Ia menekankan bahwa pemerintah perlu memperkuat pengawasan agar TPS liar tidak muncul kembali di lokasi lain.
Transfer Depo untuk Sistem Lebih Rapi
Pemerintah Kota Jambi kini mengarahkan pengelolaan sampah ke sistem transfer depo. Petugas akan mengumpulkan sampah di depo sebelum mengirimnya ke tempat akhir.
Efendi menilai sistem ini bisa membuat alur sampah lebih jelas. “Kalau depo berjalan baik, sampah tidak lagi menumpuk di pinggir jalan. Lingkungan jadi lebih bersih,” ujarnya.
Ia juga mendorong penerapan sistem serupa di titik lain agar pengelolaan sampah kota Jambi semakin efektif.
Penataan PKL di Kawasan Pasar
Selain sampah, DPRD menyoroti pedagang kaki lima di sekitar pasar. Efendi meminta pemerintah menata PKL secara bertahap agar tidak mengganggu jalan umum.
Ia menegaskan PKL tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Pemerintah juga perlu menyiapkan area yang lebih tertib bagi pedagang.
“Nanti kalau pasar sudah diperbaiki, semua harus masuk ke tempat yang sudah disiapkan,” katanya.
Penutup
Perubahan di kawasan Kota Jambi ini diharapkan bisa memperbaiki kebersihan dan keteraturan kawasan Talang Banjar. Pemerintah dan DPRD mendorong masyarakat ikut menjaga sistem baru agar berjalan konsisten.
Jika semua pihak bekerja sama, kawasan ini tidak lagi dikenal sebagai titik penumpukan sampah, tetapi sebagai wilayah yang lebih tertata dan nyaman.(ar)









