Jemarionline – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa ketahanan stok BBM saat ini mencapai sekitar 27 hingga 28 hari, lebih tinggi dari batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
“Secara nasional, stok BBM kita berada jauh di atas batas minimum, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama mudik,” ujar Yuliot.
Ketentuan pemerintah sendiri menetapkan batas minimal cadangan BBM sekitar 21 hari, sehingga kondisi saat ini dinilai sangat aman.
Jamin Kelancaran Mudik Lebaran
Dengan stok yang mencukupi, pemerintah optimistis distribusi BBM selama periode Lebaran akan berjalan lancar.
Kebutuhan energi diperkirakan meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat, terutama di jalur utama mudik dan kawasan wisata.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan berbagai langkah, seperti:
-
Penambahan pasokan di wilayah rawan
-
Penyediaan layanan BBM mobile
-
Penguatan distribusi di jalur tol dan wisata
Siapkan Satgas Energi
Selain memastikan stok, pemerintah juga mengaktifkan satuan tugas (satgas) khusus untuk memantau distribusi energi selama Ramadan dan Lebaran.
Koordinasi dilakukan lintas sektor agar tidak terjadi kelangkaan BBM di daerah tertentu.
Langkah ini dilakukan guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman tanpa khawatir kekurangan bahan bakar.
Bagian dari Strategi Energi Nasional
Pemerintah juga terus mengevaluasi penggunaan energi secara menyeluruh, termasuk efisiensi di sektor transportasi dan industri.
Upaya ini sejalan dengan kebijakan jangka panjang untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.









