Ramalan Harga Emas Sepekan ke Depan, Masih Berpeluang Naik?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas. (Foto: Investor.id)

Ilustrasi emas. (Foto: Investor.id)

Jakarta. Jemarionline.comHarga emas kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah mengalami pergerakan yang cukup aktif dalam beberapa pekan terakhir.

Investor kini mulai menghitung peluang apakah tren penguatan masih berlanjut atau pasar memasuki fase penyesuaian jangka pendek.

Selain itu, pelaku pasar juga memantau sejumlah indikator global untuk menentukan arah investasi berikutnya.

Beberapa analis memperkirakan harga emas masih bergerak dalam rentang yang cukup lebar pada pekan depan.

Arah suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta kondisi geopolitik menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar.

Harga Emas Masih Memiliki Ruang Bergerak

Analis pasar melihat emas belum kehilangan daya tariknya.

Sebagian investor masih menempatkan emas sebagai instrumen perlindungan ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.

Proyeksi pasar memperkirakan harga emas global bergerak pada kisaran US$ 4.660 hingga US$ 4.830 per troy ounce selama sepekan ke depan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Merosot Tajam, Buyback Ikut Terkoreksi

Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menilai peluang kenaikan tetap tersedia apabila sentimen pasar mendukung.

“Harga emas masih memiliki peluang bergerak naik.”

Menurutnya, investor masih menjadikan emas sebagai salah satu pilihan ketika kondisi pasar berubah cepat.

Faktor yang Dapat Menggerakkan Harga Emas

Pelaku pasar tidak hanya melihat satu indikator.

Sebaliknya, mereka menggabungkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.

1. Arah Suku Bunga Global

Kebijakan suku bunga masih menjadi faktor penting.

Ketika suku bunga bertahan tinggi, investor sering memilih instrumen yang memberi imbal hasil lebih besar.

Namun, ketika pasar mulai memperkirakan penurunan suku bunga, minat terhadap emas biasanya meningkat.

2. Pergerakan Dolar AS

Dolar AS juga memengaruhi harga emas.

Saat dolar menguat, daya tarik emas sering menurun.

Sebaliknya, pelemahan dolar dapat membuka peluang penguatan harga emas.

Baca Juga :  Bank Indonesia: Utang Luar Negeri RI Menurun ke US$423,8 Miliar

3. Situasi Geopolitik

Perkembangan geopolitik ikut membentuk sentimen pasar.

Ketika risiko meningkat, sebagian investor memindahkan dana ke aset yang mereka anggap lebih stabil.

Dalam kondisi seperti itu, permintaan emas sering meningkat.

Bagaimana Investor Menyikapi Kondisi Ini?

Investor jangka panjang biasanya tidak hanya mengejar pergerakan harian.

Sebaliknya, mereka membangun posisi secara bertahap dan menjaga diversifikasi.

Selain itu, investor juga perlu menghitung selisih harga beli dan harga jual kembali sebelum masuk pasar.

Langkah tersebut membantu menjaga keputusan investasi tetap lebih terukur.

Pelaku Pasar Tetap Menunggu Konfirmasi Tren

Meski sejumlah proyeksi menunjukkan peluang kenaikan, pelaku pasar belum mengambil kesimpulan terlalu cepat.

Mereka masih menunggu data ekonomi dan perkembangan pasar global dalam beberapa hari ke depan.

Karena itu, arah harga emas masih dapat berubah mengikuti sentimen yang berkembang. (man)

Berita Terkait

Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rupiah Cetak Rekor Terlemah
BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini
DPR Dorong Pajak Ekonomi Digital untuk Perkuat Target Pertumbuhan 8%
Ketegangan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Global
Dolar AS Sempat Tembus Rp17.900, Rupiah Masih di Bawah Tekanan
Yuan Semakin Banyak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksi di Perbankan Nasional
Rupiah Melemah, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
Purbaya Tepis Anggapan Ekonomi 5,61% Hanya di Atas Kertas, Sebut Aktivitas Konsumsi Tetap Kuat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB

Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rupiah Cetak Rekor Terlemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:14 WIB

DPR Dorong Pajak Ekonomi Digital untuk Perkuat Target Pertumbuhan 8%

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:00 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Global

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00 WIB

Dolar AS Sempat Tembus Rp17.900, Rupiah Masih di Bawah Tekanan

Berita Terbaru

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah. Dok. Youtube BPJS Kesehatan

Ekonomi

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Bisnis

IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB