Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan ucapan selamat kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang kembali terpilih sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut.
Kim kembali menduduki jabatan Ketua Komisi Urusan Negara, posisi paling berkuasa di Korea Utara, setelah mendapat persetujuan dalam sidang Majelis Rakyat Tertinggi yang digelar pada Maret 2026. Ini menjadi periode ketiga kepemimpinannya sejak pertama kali menjabat pada 2016.
Pesan Hangat dari Moskow
Dalam pesan resminya, Putin menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada Kim. Ia juga menyoroti peran penting Kim dalam menjaga stabilitas pemerintahan serta memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.
Putin menegaskan bahwa Rusia siap melanjutkan kerja sama strategis dengan Korea Utara di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan keamanan. Menurutnya, hubungan Moskow dan Pyongyang akan terus berkembang demi kepentingan bersama.
Hubungan Kedua Negara Kian Dekat
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Rusia dan Korea Utara memang menunjukkan peningkatan signifikan. Kedua negara bahkan telah menjalin kesepakatan kerja sama yang mencakup aspek pertahanan.
Kedekatan ini terjadi di tengah dinamika geopolitik global, di mana Rusia menghadapi tekanan dari negara-negara Barat. Korea Utara disebut menjadi salah satu mitra yang memberikan dukungan kepada Moskow dalam situasi tersebut.
Sistem Politik Korea Utara
Proses pemilihan di Korea Utara berbeda dengan negara demokrasi pada umumnya. Dalam sistem yang berlaku, pemilih hanya diberikan satu kandidat untuk disetujui atau ditolak.
Hasil pemungutan suara biasanya menunjukkan tingkat partisipasi yang sangat tinggi, dengan dukungan hampir mutlak bagi kandidat yang diajukan.
Penegasan Kekuasaan Kim
Kembalinya Kim Jong Un ke kursi kepemimpinan menegaskan kesinambungan kekuasaan di Korea Utara. Di sisi lain, dukungan dari Rusia memperlihatkan bahwa hubungan kedua negara akan terus memainkan peran penting dalam percaturan politik internasional.









