Badai Musim Dingin Terjang AS, Korban Jiwa Bertambah dan Status Darurat Ditetapkan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Salju turun di atas Scissortail Park selama Badai Musim Dingin Fern di Oklahoma City, Oklahoma, AS, 24 Januari 2026. (REUTERS/Nick Oxford)

Baca artikel CNBC Indonesia

Foto: Salju turun di atas Scissortail Park selama Badai Musim Dingin Fern di Oklahoma City, Oklahoma, AS, 24 Januari 2026. (REUTERS/Nick Oxford) Baca artikel CNBC Indonesia "Update Malapetaka AS, Korban Berjatuhan-Trump Tetapkan Status Darurat" selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260126061701-4-705159/update-malapetaka-as-korban-berjatuhan-trump-tetapkan-status-darurat Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://app.cnbcindonesia.com/

Jemarionline — Badai musim dingin besar melanda Amerika Serikat dan menimbulkan dampak serius. Cuaca ekstrem ini membentang dari kawasan Teluk Meksiko hingga wilayah timur laut.

Akibatnya, korban jiwa berjatuhan, listrik padam di banyak daerah, dan ribuan penerbangan dibatalkan. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia.

Di Louisiana, Departemen Kesehatan setempat mengonfirmasi dua korban meninggal akibat hipotermia di Caddo Parish. Sementara itu, lima warga New York ditemukan meninggal di luar ruangan sebelum salju turun.

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengatakan cuaca dingin ekstrem kali ini menjadi ancaman serius, terutama bagi kelompok rentan seperti tunawisma.

“Ini menjadi pengingat kuat betapa berbahayanya suhu dingin ekstrem,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, suhu dingin yang terjadi saat ini berlangsung lebih lama dibandingkan musim dingin ekstrem yang dialami New York City dalam delapan tahun terakhir.

Badai Dinilai Tidak Biasa

Badan Cuaca Nasional AS (NWS) menyebut badai ini tidak biasa karena cakupannya sangat luas dan berlangsung lama. Salju tebal hingga sekitar 18 inci diperkirakan turun di wilayah New England.

Baca Juga :  Monadi Resmi Lantik Pejabat Rumah Sakit Milik Pemkab Kerinci

Selain itu, hujan es dengan ketebalan hingga 0,5 inci diprediksi melanda kawasan Mid-Atlantic serta lembah Ohio dan Tennessee. Hujan lebat juga berpotensi terjadi di Lembah Mississippi bagian bawah.

NWS memperingatkan bahwa setelah badai berlalu, suhu sangat dingin disertai angin berbahaya masih akan melanda wilayah Southern Plains hingga timur laut AS.

Trump Tetapkan Status Darurat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut badai ini sebagai peristiwa “bersejarah”. Ia menetapkan status darurat bencana federal di 12 negara bagian.

Negara bagian tersebut meliputi South Carolina, Virginia, Tennessee, Georgia, North Carolina, Maryland, Arkansas, Kentucky, Louisiana, Mississippi, Indiana, dan West Virginia.

“Kami terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan negara bagian yang terdampak. Tetap aman dan tetap hangat,” tulis Trump di Truth Social.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyebutkan total 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca.

Baca Juga :  Gunung Es Raksasa Antartika A23a Berubah Jadi Biru, Tanda Pencairan Meningkat

Pemadaman Listrik Meluas

Pemadaman listrik terjadi di berbagai wilayah. Hingga Minggu pagi waktu setempat, lebih dari 900.000 pelanggan tercatat tanpa pasokan listrik.

Tennessee menjadi wilayah terdampak terparah dengan sekitar 335.000 pelanggan terdampak. Disusul Mississippi, Louisiana, dan Texas.

Departemen Energi AS mengeluarkan perintah darurat untuk memungkinkan penggunaan pembangkit listrik cadangan. Langkah ini dilakukan guna mencegah pemadaman yang lebih luas.

Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Cuaca ekstrem juga melumpuhkan sektor penerbangan. Lebih dari 10.500 penerbangan di AS dibatalkan pada Minggu, menurut data FlightAware.

Jumlah ini menjadikan badai musim dingin kali ini sebagai peristiwa pembatalan penerbangan terbesar sejak pandemi Covid-19. Ribuan penerbangan tambahan juga dibatalkan untuk jadwal Senin.

Sejumlah maskapai besar telah menyesuaikan jadwal dan meminta penumpang bersiap menghadapi perubahan mendadak.

Para peramal cuaca memperkirakan suhu terendah dan angin dingin berbahaya masih akan bergerak ke wilayah Great Plains dalam beberapa hari ke depan.

Berita Terkait

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi
Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman
Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Berita Terbaru

Stadion Teladan Medan diusulkan menjadi salah satu venue pertandingan ASEAN U-19 Championship 2026 yang berlangsung di Sumatera Utara.( Poto : istimewa)

Sepak Bola

PSSI Sumut Ambil Alih Akomodasi AFF U-19 2026 di Medan

Rabu, 3 Jun 2026 - 06:35 WIB