Jemarionline – Pakar kesehatan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap pola makan tinggi gula yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes. Konsumsi gula berlebihan, terutama dari minuman manis dan makanan olahan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, tubuh akan mengalami resistensi insulin yang menjadi faktor utama penyebab diabetes tipe 2.
Selain diabetes, pola makan tinggi gula juga berisiko memicu obesitas, gangguan jantung, dan penurunan fungsi metabolisme. Banyak masyarakat tidak menyadari bahwa gula tersembunyi juga terdapat pada makanan kemasan yang sering dikonsumsi sehari-hari.
Pakar menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula harian sesuai anjuran kesehatan dan memperbanyak asupan makanan alami, seperti sayur, buah, serta sumber protein sehat. Membaca label nutrisi pada kemasan juga menjadi langkah penting untuk mengontrol asupan gula.
Dengan menerapkan pola makan seimbang dan mengurangi konsumsi gula berlebih, risiko diabetes dapat ditekan sejak dini dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.









