Pertamina EP Jambi Dorong Diversifikasi Produk UMKM Lewat Pelatihan dan Studi Banding di Padang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Beritajambi.co

Foto: Beritajambi.co

JAMBI, Jemarionline.comPertamina EP Jambi Field terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya terbaru yang dilakukan perusahaan adalah menggelar pelatihan dan studi banding bagi Kelompok Kuliner Kenali Asam Atas (KUALITAS) di Kota Padang, Sumatera Barat.

Pertamina EP Jambi melaksanakan kegiatan tersebut pada 15–16 Mei 2026. Program itu menjadi bagian dari Pengembangan Masyarakat (Community Development) yang menyasar pelaku UMKM perempuan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sebanyak enam anggota kelompok mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh peserta merupakan ibu rumah tangga yang selama ini aktif menjalankan usaha kuliner rumahan.

Selain meningkatkan keterampilan produksi, program ini juga memperluas wawasan pelaku usaha. Dengan begitu, peserta dapat menghadirkan produk yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Fokus pada Diversifikasi Produk Lokal

Selama ini, anggota Kelompok KUALITAS memproduksi berbagai jenis makanan seperti kue tradisional, roti, donat, dan cookies. Namun, produk tersebut masih menghadapi persaingan yang cukup ketat di pasaran.

Selain itu, sebagian besar anggota kelompok masih mengandalkan sistem produksi berdasarkan pesanan pelanggan. Kondisi tersebut membuat mereka belum memiliki produk unggulan yang dipasarkan secara berkelanjutan.

Karena itu, Pertamina EP Jambi mendorong anggota kelompok untuk mengembangkan produk baru yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Perusahaan berharap langkah tersebut dapat memperluas peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Belajar Mengolah Singkong Menjadi Produk Bernilai Jual

Untuk mendukung tujuan tersebut, Pertamina EP Jambi menggandeng Royal Asia College Padang sebagai fasilitator pelatihan.

Lembaga tersebut memberikan materi pengembangan usaha. Selain itu, peserta juga mengikuti praktik pembuatan makanan ringan berbahan dasar ubi dan singkong.

Peserta mempelajari proses produksi keripik balado atau sanjai dengan berbagai varian rasa. Mereka juga belajar membuat rengginang singkong yang memiliki peluang pasar cukup besar.

Baca Juga :  Sempat Tertutup Longsor, Jalan Sungai Penuh–Tapan Kini Sudah Bisa Dilalui

Selain praktik produksi, peserta mendapatkan materi mengenai pengemasan produk dan strategi pemasaran.

Pertamina EP Jambi menilai produk berbahan dasar singkong memiliki prospek yang menjanjikan. Bahan bakunya mudah diperoleh dan memiliki daya simpan yang lebih lama dibanding beberapa jenis makanan lainnya.

Belajar Langsung dari Praktisi UMKM

Peserta juga memperoleh materi dari Manager UMKM Ummi Aufa Hakim Cabang Kota Padang, Winda Nisrinah.

Ia membagikan pengalaman mengenai proses produksi dan pengelolaan usaha. Selain itu, ia juga menjelaskan strategi pengembangan produk agar mampu bersaing di pasar oleh-oleh.

Winda turut menjelaskan pentingnya menjaga kualitas produk dan membangun identitas usaha yang kuat.

Melalui metode pembelajaran langsung, peserta tidak hanya menerima teori. Mereka juga melihat praktik nyata pengelolaan usaha yang berkembang secara profesional.

Karena itu, peserta dapat memahami tantangan dan peluang usaha secara lebih jelas.

Studi Banding ke Sentra Oleh-Oleh

Selain mengikuti pelatihan, peserta juga melakukan studi banding ke Pusat Oleh-Oleh Ummi Aufa Hakim di Kota Padang.

Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada anggota kelompok untuk melihat langsung proses bisnis produk makanan ringan yang telah berkembang di pasar wisata dan oleh-oleh.

Peserta mempelajari sistem produksi, strategi pemasaran, serta cara menjaga kualitas produk secara konsisten.

Selain itu, mereka juga mengamati bagaimana pelaku usaha membangun merek yang kuat sehingga mampu menarik minat konsumen.

Karena itu, kegiatan studi banding menjadi bagian penting dalam proses peningkatan kapasitas UMKM binaan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM perempuan.

Baca Juga :  Menpar Minta Utamakan Keselamatan Liburan Sekolah Selama Libur 2026

Menurutnya, perusahaan ingin membantu kelompok usaha menghasilkan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Melalui pelatihan dan studi banding ini, kami berharap anggota Kelompok KUALITAS memperoleh keterampilan baru dalam menghasilkan produk makanan ringan. Selain itu, mereka juga dapat memahami pengelolaan usaha yang baik dan berkelanjutan,” ujar Iwan.

Ia menambahkan bahwa pengembangan UMKM lokal menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Pertamina EP Jambi terus menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Komitmen Berkelanjutan untuk UMKM Binaan

Program pengembangan UMKM bukan pertama kali dilakukan Pertamina EP Jambi.

Sebelumnya, perusahaan juga menggelar pelatihan digital marketing, komunikasi pemasaran, penghitungan harga produk, hingga strategi pengembangan usaha.

Selain itu, Pertamina EP Jambi membantu pelaku usaha memperkuat branding produk dan memperluas pemasaran melalui media digital.

Perusahaan berharap pelaku UMKM tidak hanya berkembang dari sisi produksi. Mereka juga diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.

Dengan demikian, UMKM binaan dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah. Sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Karena itu, Pertamina EP Jambi terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha lokal di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Selain membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengembangan UMKM juga dapat memperkuat ekonomi daerah secara keseluruhan.

Produk lokal yang berkualitas bahkan berpotensi menembus pasar yang lebih luas jika pelaku usaha mampu menjaga mutu dan konsistensi produksi. (man)

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Gandeng Yayasan Regen Kelola Sampah
Kerugian Negara Kasus PJU Kerinci Rp2,74 Miliar Berhasil Dipulihkan
Kasus BBM Subsidi Ilegal Kerinci Masuk Tahap Penuntutan
Wabup Murison Serahkan Bantuan Kebakaran untuk Warga Sebukar
Wali Kota Alfin Dorong Kejelasan Status PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu
Kasus Bollard Fahrudin Berakhir, DPRD Sungai Penuh Didenda Rp30 Juta
Operasi Patuh Siginjai 2026 Ditunda, Polda Jambi Tetap Imbau Warga Tertib Berlalu Lintas
Bulog Kerinci Salurkan 700 Ton Beras dan 14 Ribu Liter Minyak Goreng ke Masyarakat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gandeng Yayasan Regen Kelola Sampah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kerugian Negara Kasus PJU Kerinci Rp2,74 Miliar Berhasil Dipulihkan

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kasus BBM Subsidi Ilegal Kerinci Masuk Tahap Penuntutan

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

Wabup Murison Serahkan Bantuan Kebakaran untuk Warga Sebukar

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:00 WIB

Wali Kota Alfin Dorong Kejelasan Status PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu

Berita Terbaru

(Foto: REUTERS/WANA)

Internasional

Israel Serang Iran Lagi, Dua Anggota Militer Iran Tewas

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:00 WIB

(dok/metrojambi.com)

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Gandeng Yayasan Regen Kelola Sampah

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:00 WIB

Foto: Dewi Wilona/Jambitv.co

Daerah

Kasus BBM Subsidi Ilegal Kerinci Masuk Tahap Penuntutan

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:00 WIB