SUNGAI PENUH, Jemarionline.com – Sejumlah perangkat Desa Sumur Gedang, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Jambi, diduga belum menerima penghasilan tetap (siltap) dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini memicu pertanyaan dari warga dan mendorong permintaan klarifikasi dari pemerintah desa.
Informasi tersebut muncul dari keterangan beberapa sumber di lingkungan desa yang mengaku mengalami keterlambatan pembayaran. Mereka menyebutkan ada perangkat desa yang belum menerima hak mereka sesuai jadwal.
Perangkat Desa Mengaku Belum Terima Siltap
Beberapa perangkat desa menyampaikan bahwa mereka belum menerima siltap untuk periode tertentu pada tahun 2025. Kondisi ini mereka rasakan berbeda dengan perangkat lain yang sudah menerima pembayaran.
Salah satu sumber menyebutkan ada tiga perangkat desa yang terdampak keterlambatan tersebut. Ia menilai kondisi ini menimbulkan kebingungan di lingkungan perangkat desa.
“Kami belum menerima penghasilan tetap untuk beberapa periode, sementara sebagian lainnya sudah menerima,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber lain juga menyoroti belum adanya penjelasan resmi terkait status pembayaran tersebut. Ia berharap pemerintah desa segera memberikan kejelasan agar situasi tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Warga Minta Penjelasan Terbuka
Warga Desa Sumur Gedang ikut menyoroti persoalan tersebut. Mereka meminta pemerintah desa memberikan penjelasan terbuka agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.
Menurut warga, transparansi pengelolaan dana desa sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah desa. Mereka menilai keterlambatan informasi dapat menimbulkan berbagai dugaan yang tidak diinginkan.
Warga juga berharap jika terjadi kendala administrasi, pemerintah desa segera menyelesaikannya secara terbuka dan sesuai aturan.
Kades Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sumur Gedang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran siltap tersebut.
Media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh penjelasan dari pihak pemerintah desa agar pemberitaan berjalan berimbang.
Dugaan Masalah Pengelolaan Dana Desa Muncul
Di sisi lain, Desa Sumur Gedang sebelumnya juga sempat menjadi sorotan publik terkait dugaan pengelolaan dana desa. Beberapa isu yang beredar di masyarakat mendorong warga untuk meminta transparansi lebih lanjut dalam pengelolaan anggaran desa.
Kondisi ini membuat masyarakat berharap pemerintah desa memperkuat sistem administrasi dan pelaporan keuangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Harapan Perbaikan Tata Kelola Desa
Masyarakat menilai pengelolaan dana desa harus berjalan transparan dan tepat waktu, termasuk pembayaran hak perangkat desa. Mereka juga meminta pemerintah daerah ikut melakukan pengawasan agar pelayanan di tingkat desa tetap berjalan baik.
Warga berharap pemerintah desa segera menyelesaikan persoalan ini secara internal dan memberikan penjelasan resmi kepada publik. (man)









