Warga Sumur Gedang Pertanyakan Siltap Perangkat Desa, Pemdes Diminta Klarifikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi(ChatGPT)

Foto: Ilustrasi(ChatGPT)

SUNGAI PENUH, Jemarionline.com – Sejumlah perangkat Desa Sumur Gedang, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Jambi, diduga belum menerima penghasilan tetap (siltap) dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini memicu pertanyaan dari warga dan mendorong permintaan klarifikasi dari pemerintah desa.

Informasi tersebut muncul dari keterangan beberapa sumber di lingkungan desa yang mengaku mengalami keterlambatan pembayaran. Mereka menyebutkan ada perangkat desa yang belum menerima hak mereka sesuai jadwal.

Perangkat Desa Mengaku Belum Terima Siltap

Beberapa perangkat desa menyampaikan bahwa mereka belum menerima siltap untuk periode tertentu pada tahun 2025. Kondisi ini mereka rasakan berbeda dengan perangkat lain yang sudah menerima pembayaran.

Salah satu sumber menyebutkan ada tiga perangkat desa yang terdampak keterlambatan tersebut. Ia menilai kondisi ini menimbulkan kebingungan di lingkungan perangkat desa.

“Kami belum menerima penghasilan tetap untuk beberapa periode, sementara sebagian lainnya sudah menerima,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Buka Program Beasiswa S1 untuk 500 Penerima

Sumber lain juga menyoroti belum adanya penjelasan resmi terkait status pembayaran tersebut. Ia berharap pemerintah desa segera memberikan kejelasan agar situasi tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Warga Minta Penjelasan Terbuka

Warga Desa Sumur Gedang ikut menyoroti persoalan tersebut. Mereka meminta pemerintah desa memberikan penjelasan terbuka agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.

Menurut warga, transparansi pengelolaan dana desa sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah desa. Mereka menilai keterlambatan informasi dapat menimbulkan berbagai dugaan yang tidak diinginkan.

Warga juga berharap jika terjadi kendala administrasi, pemerintah desa segera menyelesaikannya secara terbuka dan sesuai aturan.

Kades Belum Beri Keterangan Resmi

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sumur Gedang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran siltap tersebut.

Baca Juga :  Bank Jambi Cabang Sungai Penuh Tambah Layanan ATM untuk Nasabah

Media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh penjelasan dari pihak pemerintah desa agar pemberitaan berjalan berimbang.

Dugaan Masalah Pengelolaan Dana Desa Muncul

Di sisi lain, Desa Sumur Gedang sebelumnya juga sempat menjadi sorotan publik terkait dugaan pengelolaan dana desa. Beberapa isu yang beredar di masyarakat mendorong warga untuk meminta transparansi lebih lanjut dalam pengelolaan anggaran desa.

Kondisi ini membuat masyarakat berharap pemerintah desa memperkuat sistem administrasi dan pelaporan keuangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Harapan Perbaikan Tata Kelola Desa

Masyarakat menilai pengelolaan dana desa harus berjalan transparan dan tepat waktu, termasuk pembayaran hak perangkat desa. Mereka juga meminta pemerintah daerah ikut melakukan pengawasan agar pelayanan di tingkat desa tetap berjalan baik.

Warga berharap pemerintah desa segera menyelesaikan persoalan ini secara internal dan memberikan penjelasan resmi kepada publik. (man)

Berita Terkait

Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh
Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel
Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis
KONI Jambi Beri Penghargaan Atlet Berprestasi di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Minggu, 20 September 2026 - 20:24 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB