Artikel dari CNBC Indonesia mengulas ironi sejarah di mana Hari Raya Idul Fitri—yang seharusnya menjadi momen kemenangan dan kedamaian—justru bertepatan dengan berbagai konflik besar di Timur Tengah.
Beberapa perang bahkan terjadi tepat saat atau di sekitar momen Lebaran, menjadikannya “hari kemenangan yang pahit”.
1. Perang Arab-Israel 1948
Konflik ini pecah setelah berdirinya negara Israel. Bagi rakyat Palestina, momen tersebut berujung pada tragedi besar yang dikenal sebagai Nakba (bencana), di mana banyak warga kehilangan tanah dan tempat tinggal mereka.
2. Perang Iran-Irak (1980–1988)
Perang panjang antara Iran dan Irak ini berlangsung hampir satu dekade dan mencakup banyak momen keagamaan, termasuk Lebaran. Konflik ini menyebabkan jutaan korban jiwa serta kerusakan besar di kedua negara.
3. Invasi Irak ke Kuwait (1990)
Ketegangan meningkat saat Irak menginvasi Kuwait, yang kemudian memicu intervensi militer internasional. Situasi ini juga berdampak pada kawasan Timur Tengah secara luas, termasuk saat momen hari raya.
4. Perang Irak (2003)
Invasi yang dipimpin Amerika Serikat ke Irak kembali mengguncang kawasan. Di tengah suasana Idul Fitri, konflik dan kekerasan masih berlangsung di berbagai wilayah.
5. Konflik Gaza dan Israel
Bentrok antara Israel dan kelompok di Gaza kerap terjadi berulang, bahkan saat momen Ramadan hingga Lebaran. Warga sipil sering menjadi korban dalam eskalasi konflik ini.
6. Konflik Timur Tengah Terkini
Ketegangan terbaru, termasuk yang melibatkan Iran dan Israel, kembali memanas dan berdampak luas pada stabilitas global, termasuk lonjakan harga minyak dan risiko ekonomi dunia.
Lebaran yang Tak Selalu Damai
Secara historis, Idul Fitri yang identik dengan kemenangan spiritual ternyata tidak selalu diiringi dengan kedamaian di kawasan Timur Tengah. Konflik berkepanjangan membuat sebagian masyarakat justru merayakan Lebaran dalam kondisi penuh ketidakpastian dan duka.









