Jemarionline.com, Jakarta, 2 April 2026 – Pemerintah Indonesia berencana mengalihkan anggaran kementerian dan lembaga (K/L) hingga Rp130,2 triliun. Langkah ini bertujuan agar APBN lebih efisien dan digunakan untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat.
Anggaran Perjalanan Dinas Jadi Fokus
Salah satu pos utama yang dipangkas adalah belanja perjalanan dinas dan rapat, termasuk kegiatan seremonial dan non-operasional. Dana ini akan dialihkan ke program yang lebih produktif, seperti:
- Rehabilitasi pasca-bencana
- Pembangunan infrastruktur strategis
- Program sosial-ekonomi prioritas
Strategi Menghadapi Tantangan Ekonomi
Refocusing anggaran ini bagian dari langkah pemerintah menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga energi. Selain itu, pemerintah mendorong:
- Percepatan realisasi belanja negara
- Transformasi budaya kerja ASN, termasuk WFH satu hari per minggu
Tujuan Pengalihan Anggaran
Dengan langkah ini, pemerintah ingin memastikan setiap rupiah APBN digunakan secara optimal. Refocusing anggaran diharapkan dapat mendukung program yang langsung dirasakan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas fiskal nasional.









