Jemarionline – Sejumlah pengemudi ojol menggelar demo di Unpad Jatinangor pada Selasa (31/3/2026). Mereka keberatan dengan gerbang berbasis QR Code, yang dianggap menyulitkan akses dan menurunkan penghasilan.
Penutupan Gerbang D dan pengalihan ke Gerbang C membuat jarak penjemputan lebih jauh, sementara tarif tetap sama. Demonstrasi berlangsung tertib.
Pihak kampus, melalui Dandi Supriadi, mengatakan QR Code diterapkan sejak 28 Januari 2026 untuk keamanan dan ketertiban. Kampus membuka ruang dialog untuk menemukan solusi yang adil bagi semua pihak.
Sebagai langkah sementara, Unpad membuka Gerbang D bagi pengemudi ojol selama lima hari. Forum dengar pendapat akan membahas kebijakan permanen. Kampus ingin memastikan mobilitas lancar tanpa mengorbankan ketertiban.
Aksi berlangsung aman. Kampus berharap kebijakan final memberi manfaat bagi mahasiswa, staf, dan pengemudi ojol.









