Belasan Siswi SMPN 2 Marga Tabanan Kesurupan Massal Saat Kegiatan Literasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan siswi SMPN 2 Marga mengalami kesurupan massal, Rabu (4/2/2026). (Krisna Pradipta/detikBali)

Belasan siswi SMPN 2 Marga mengalami kesurupan massal, Rabu (4/2/2026). (Krisna Pradipta/detikBali)

Jemarionline – Kejadian mengejutkan terjadi di SMPN 2 Marga, Tabanan, Rabu (4/2/2026). Belasan siswi mendadak mengalami kesurupan massal saat mengikuti kegiatan literasi internal sekolah.

Menurut Plt Kepala SMPN 2 Marga, Ni Made Dian Kurnia, peristiwa berawal ketika siswa melakukan prosesi persembahyangan bersama. Salah satu siswi tiba-tiba terlihat gelisah dan langsung dibawa ke ruang guru.

Namun, ketenangan tidak berlangsung lama. Di ruang guru, siswi tersebut berteriak histeris, dan beberapa siswi lainnya yang berada di lapangan juga mulai menunjukkan gejala yang sama. “Salah satu siswi mengatakan tubuhnya terasa panas,” ujar Dian Kurnia.

Baca Juga :  MAAM Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar Terkait Ucapan “Bar-bar”

Pihak sekolah menelusuri penyebabnya dan menemukan lokasi kejadian merupakan bebaturan yang selama ini tidak diperbolehkan digunakan untuk menghaturkan banten atau dupa. Kemungkinan siswi baru belum mengetahui aturan ini, sehingga prosesi tersebut memicu reaksi tak terduga.

Baca Juga :  Ruko di Solo Baru Jadi Markas Scam Kripto Internasional

Dian Kurnia menegaskan, ini adalah kejadian pertama di SMPN 2 Marga dan pihak sekolah segera menenangkan siswi-siswi yang kesurupan. Tidak ada korban serius, dan kondisi semua siswa kini sudah membaik.

Sekolah pun berencana untuk memberikan edukasi lebih lanjut kepada siswa tentang aturan adat dan budaya Bali, agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkait

Harga Asli PlayStation Tembus Rp27 Juta, Ini Penyebabnya
Kenaikan Pertamax Dinilai Tak Picu Inflasi Besar, Pemerintah Sebut Dampaknya Terbatas
IHSG Tertekan, Ini Sinyal yang Dinilai Jadi Pemicu Pelemahan Pasar
Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan
SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan
300 Personel Polisi Amankan Yellow Run 2026 di GBK, Lalu Lintas Diatur Situasional
Menkeu: Pemerintah Fokus Jaga Kekuatan Fondasi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
MAAM Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar Terkait Ucapan “Bar-bar”
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga Asli PlayStation Tembus Rp27 Juta, Ini Penyebabnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kenaikan Pertamax Dinilai Tak Picu Inflasi Besar, Pemerintah Sebut Dampaknya Terbatas

Senin, 8 Juni 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Ini Sinyal yang Dinilai Jadi Pemicu Pelemahan Pasar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:34 WIB

Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:42 WIB

SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan

Berita Terbaru

Ilustrasi: Guru memeriksa berkas pendaftaran seleksi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat 2026 melalui portal resmi SSCASN.(poto: AI).

Nasional

Kemensos Buka 331 Formasi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:57 WIB

Ilustrasi: OJK soroti kenaikan kredit macet pinjol yang kini capai 4,73 persen, minta platform perkuat manajemen risiko.(poto: AI).

Ekonomi

Kredit Macet Pinjol Naik, OJK Soroti Kemampuan Bayar

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:16 WIB