Dengan kondisi sungai yang lebih tertata, air tidak lagi mudah meluap ke area persawahan saat musim hujan. Akibatnya, sawah-sawah yang sebelumnya sering terendam banjir kini mulai aman untuk ditanami kembali.
“Sekarang banjir sudah jauh berkurang. Sawah yang dulu lama tidak bisa digarap, sekarang mulai dikerjakan lagi oleh petani,” ujar Alfin.
Para petani merasakan langsung dampak dari program ini. Lahan yang sempat terbengkalai selama bertahun-tahun kini kembali produktif. Selain mengurangi kerugian akibat gagal panen, normalisasi sungai juga memberi kepastian bagi petani untuk menanam padi secara rutin.
Pemerintah Kota Sungai Penuh menyampaikan bahwa program normalisasi sungai akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target tambahan sekitar 11 kilometer. Diharapkan, langkah ini semakin melindungi lahan persawahan dan meningkatkan hasil panen petani di Kota Sungai Penuh.
Dengan berkurangnya banjir dan membaiknya sistem aliran sungai, para petani kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan produksi padi serta kesejahteraan keluarga mereka.









