Kasus Guru Honorer di Muaro Jambi Diselesaikan Melalui Restorative Justice

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Guru Honorer di Muaro Jambi Diselesaikan Melalui Restorative Justice.( Poto : Humas Polda Jambi )

Kasus Guru Honorer di Muaro Jambi Diselesaikan Melalui Restorative Justice.( Poto : Humas Polda Jambi )

Jemarionline,Muaro Jambi – Kepolisian Resor (Polres) Muaro Jambi menggelar proses mediasi sebagai bagian dari penerapan Restorative Justice dalam penanganan perkara dugaan kekerasan terhadap seorang siswa sekolah dasar. Perkara tersebut melibatkan seorang guru honorer di SD Negeri 21 Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, dan dimediasi pada Rabu (21/1/2026).

Kegiatan mediasi dipimpin langsung oleh Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan, dengan pendampingan Kepala Kejaksaan Negeri Muaro Jambi Karya Braham Hutagaol. Sejumlah unsur lintas instansi turut hadir, antara lain perwakilan Polda Jambi, Kejaksaan Tinggi Jambi, Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, PGRI, DPRD Kabupaten Muaro Jambi, penasihat hukum, pihak terlapor, serta orang tua korban.

Baca Juga :  Internet Telkomsel-IndiHome Sempat Gangguan Nasional, Akses Data Lumpuh

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa pendekatan Restorative Justice dilakukan untuk mencari penyelesaian yang berkeadilan dengan menitikberatkan pada pemulihan hubungan sosial dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Menurut Erlan, kesepakatan perdamaian tercapai atas dasar kesadaran dan kemauan bersama tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Seluruh pihak yang terlibat menunjukkan itikad baik untuk mengakhiri permasalahan melalui jalur musyawarah.

Dalam kesepakatan tersebut, pihak terlapor secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua korban atas tindakan yang dilakukan terhadap anak mereka yang berinisial RA. Permohonan maaf tersebut diterima dengan baik oleh pihak korban sebagai bentuk penyelesaian secara damai.

Baca Juga :  KPK Panggil Dito Ariotedjo Sebagai Saksi Kasus Kuota Haji

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini melalui pendekatan kekeluargaan dan menyatakan tidak akan melanjutkan perkara ke tahap penuntutan. Namun, apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran terhadap isi kesepakatan, maka masing-masing pihak menyatakan siap mempertanggungjawabkannya sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Proses mediasi ditutup dengan penandatanganan surat kesepakatan damai oleh kedua belah pihak, sebagai bukti komitmen bersama untuk mengakhiri perkara melalui mekanisme Restorative Justice.

Berita Terkait

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS
APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM
Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN
BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini
Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melambung, Warga Mengeluh
Disdik Kerinci Dorong Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah
BKPSDM Sungai Penuh Perketat Pengawasan, ASN Wajib Tertib Absensi
Disperindag Sungai Penuh Perketat Pengawasan Harga LPG 3 Kg
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:00 WIB

APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:00 WIB

Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:00 WIB

BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:45 WIB

Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melambung, Warga Mengeluh

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB