Netzme Jalankan 50 Program Advokasi Berkelanjutan Hingga 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI. Qris syariah (Netzme/Netzme)

ILUSTRASI. Qris syariah (Netzme/Netzme)

Jemarionline.com  — PT Netzme Kreasi Indonesia menjalankan 50 program advokasi berkelanjutan hingga 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat dampak sosial dan mendorong implementasi ESG.

Perusahaan mengambil langkah ini saat isu keberlanjutan makin penting bagi dunia usaha. Karena itu, Netzme tidak hanya fokus mengembangkan bisnis fintech, tetapi juga ikut mendorong perubahan sosial.

Komitmen itu terlihat lewat partisipasi Netzme dalam Women Empowerment Journey: Crown of Impact x The 5th Motion Challenge Puteri Indonesia 2026.

Melalui inisiatif ini, Netzme membuka ruang bagi lahirnya solusi sosial berbasis inovasi.

Alih-alih sekadar mendukung kampanye, perusahaan mendorong advokasi menjadi gerakan nyata yang menghasilkan dampak.

Selain memberi dukungan, Netzme menghadirkan pendampingan, memperluas kolaborasi, dan membuka akses teknologi bagi berbagai komunitas.

Fokus pada Solusi Nyata

Banyak program sosial hanya menekankan kesadaran publik. Namun, Netzme memilih fokus pada solusi.

Perusahaan merancang setiap inisiatif agar mampu memberi dampak ekonomi sekaligus dampak sosial.

Tim Netzme mengembangkan program-program itu sebagai gerakan jangka panjang, bukan agenda seremonial.

Karena pendekatan ini, advokasi tumbuh menjadi ruang perubahan.

CEO Netzme Vicky Ganda Saputra menekankan pentingnya solusi yang bertahan lama. Oleh sebab itu, perusahaan mengarahkan setiap program pada dampak yang terukur.

Selain itu, Netzme memasukkan prinsip keberlanjutan ke strategi pertumbuhan bisnis.

Langkah ini membuat ESG hadir dalam aksi, bukan hanya konsep.

Pemberdayaan Perempuan Jadi Pilar Utama

Netzme menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu fokus utama.

Melalui kolaborasi dengan Yayasan Puteri Indonesia, para finalis mempresentasikan proposal advokasi berbasis dampak.

Mereka tidak sekadar membawa ide sosial.

Mereka juga menawarkan model implementasi yang realistis.

Dalam proses itu, Netzme mendorong peserta berpikir seperti social entrepreneur.

Peserta belajar mengubah ide menjadi solusi yang bisa berkembang.

Selain itu, mereka mempelajari cara membangun dampak yang berkelanjutan.

Pendekatan ini mengubah ajang advokasi menjadi inkubator inovasi sosial.

Sementara itu, kolaborasi lintas sektor memperkuat fondasi program.

Ketika komunitas, swasta, dan organisasi sosial bergerak bersama, peluang keberhasilan pun meningkat.

Baca Juga :  Finalis Puteri Indonesia 2026 Kunjungi BPOM, Perkuat Edukasi Keamanan Produk

CIRO WASTE Jadi Contoh Konkret

Salah satu inisiatif yang menarik perhatian hadir lewat proyek CIRO WASTE.

Program ini menghadirkan solusi ekonomi sirkular berbasis digital untuk pengelolaan limbah.

Tim penggagas tidak hanya fokus pada isu lingkungan.

Mereka juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Karena dampaknya nyata, proyek ini mendapat dukungan investasi dan pendampingan.

Contoh tersebut menggambarkan arah besar yang ingin Netzme bangun.

Program advokasi tidak berhenti di gagasan.

Program harus melahirkan solusi.

Solusi harus memberi dampak.

Kemudian dampak itu harus berkembang.

Model seperti ini menjawab persoalan nyata yang ada di lapangan.

ESG Didorong Lewat Aksi

Banyak perusahaan membahas ESG dalam laporan tahunan.

Netzme memilih menjalankan ESG lewat aksi.

Perusahaan mendorong isu lingkungan melalui ekonomi sirkular.

Perusahaan juga memperkuat aspek sosial lewat pemberdayaan perempuan dan dukungan bagi UMKM.

Di sisi lain, Netzme membangun tata kelola lewat kolaborasi multipihak.

Pendekatan ini menunjukkan ESG bisa hadir lewat langkah konkret.

Bahkan gerakan berbasis komunitas sering menghasilkan dampak yang lebih kuat.

Karena itu, Netzme memulai banyak inisiatif dari akar rumput.

Strategi tersebut membantu program tumbuh lebih organik.

Teknologi Jadi Penggerak

Sebagai perusahaan fintech, Netzme menempatkan teknologi sebagai penggerak ekosistem.

Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran.

Netzme memanfaatkan teknologi untuk memperluas dampak.

Digitalisasi membantu komunitas dan UMKM tumbuh lebih cepat.

Selain itu, teknologi memudahkan pengelolaan program dan distribusi manfaat.

Fokus digital yang dikembangkan mencakup:

  • Penguatan ekonomi komunitas
  • Digitalisasi UMKM
  • Literasi keuangan digital
  • Inovasi sosial berbasis teknologi
  • Ekosistem fintech berkelanjutan

Karena transformasi sosial bergerak cepat, teknologi menjadi unsur penting dalam banyak solusi.

Target 50 Program Jadi Roadmap

Netzme menyusun target 50 program ini sebagai roadmap jangka panjang.

Perusahaan tidak memandangnya sebagai proyek sesaat.

Sebaliknya, Netzme menyiapkan tahapan pengembangan hingga 2026.

Program-program itu mencakup berbagai isu strategis.

Mulai dari pemberdayaan perempuan, lingkungan, literasi finansial, hingga inovasi sosial digital.

Baca Juga :  Mengintip Biaya Bangun SPBU Pertamina dan Kisaran Gaji Operator

Karena memiliki arah yang jelas, tiap program bisa saling terhubung.

Koneksi itu berpotensi melahirkan ekosistem dampak yang lebih luas.

Selain memperbesar manfaat, pola tersebut membuka ruang bagi inovasi baru.

Komunikasi Jadi Bagian Strategi

Netzme juga memberi perhatian besar pada komunikasi.

Perusahaan menilai ide bagus butuh dukungan agar berkembang.

Karena itu, peserta mendapat penguatan dalam menyampaikan gagasan.

Mereka belajar membangun narasi.

Mereka belajar meyakinkan audiens.

Mereka belajar menarik kolaborasi.

Pendekatan ini membuat advokasi terasa lebih modern.

Ada ide.

Ada mentoring.

Ada pengembangan.

Ada scaling dampak.

Model seperti ini relevan bagi generasi muda yang dekat dengan inovasi.

Berpotensi Perkuat Ekosistem Nasional

Langkah Netzme menunjukkan sektor swasta semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan berkelanjutan.

Dulu banyak isu sosial bergantung pada pemerintah dan organisasi non-profit.

Kini perusahaan teknologi juga ikut bergerak.

Perubahan ini penting.

Sebab tantangan seperti perubahan iklim dan inklusi ekonomi membutuhkan kolaborasi.

Tidak ada satu pihak yang bisa menyelesaikannya sendiri.

Karena itu, model seperti ini punya potensi besar.

Jika berjalan konsisten, dampaknya bisa melampaui target awal.

Lima puluh program itu bahkan bisa memicu gerakan yang lebih luas.

Menuju Ekosistem Dampak

Kekuatan utama inisiatif ini bukan hanya jumlah program.

Kekuatan utamanya ada pada ekosistem yang tumbuh.

Satu program bisa melahirkan kolaborasi baru.

Kolaborasi bisa memunculkan solusi baru.

Kemudian solusi dapat memperbesar dampak.

Siklus seperti ini membuat perubahan terus berkembang.

Inilah yang membedakan gerakan berkelanjutan dari program sosial biasa.

Program biasa selesai saat proyek berakhir.

Sebaliknya, ekosistem dampak terus tumbuh.

Dan itulah arah yang sedang dikejar Netzme.

Penutup

Netzme menunjukkan ESG bisa hidup lewat langkah konkret.

Perusahaan mendorong perubahan melalui pemberdayaan perempuan, ekonomi sirkular, transformasi digital, dan kolaborasi.

Melalui 50 program advokasi berkelanjutan hingga 2026, Netzme tidak hanya membangun inisiatif sosial.

Perusahaan membangun gerakan.

Jika roadmap ini berjalan konsisten, inisiatif tersebut berpotensi melahirkan dampak yang jauh lebih besar.

Berita Terkait

Mengintip Biaya Bangun SPBU Pertamina dan Kisaran Gaji Operator
IHSG Melemah 0,46% ke 7.559, Saham BNBR dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan Hari Ini
Generative AI Masuk Aplikasi Investasi, Bantu Investor Analisis Saham Secara Real Time
MSCI Tahan Rebalancing Saham Indonesia, BEI Terus Lakukan Pendekatan ke Global Index Provider
Ujian Buat Saham BUMI, Tekanan Asing Makin Terasa
Cineplex Kanada Jajaki Minat Investor, Opsi Penjualan Masih Terbuka
Investasi Pabrik Truk Listrik di Cilegon Jadi Sorotan, Benarkah Akan Jadi Basis EV Indonesia?
Alamtri dan ADRO Bagi Dividen US$447,6 Juta, Hampir Seluruh Laba Dibagikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 20:00 WIB

Netzme Jalankan 50 Program Advokasi Berkelanjutan Hingga 2026

Kamis, 23 April 2026 - 06:20 WIB

Mengintip Biaya Bangun SPBU Pertamina dan Kisaran Gaji Operator

Selasa, 21 April 2026 - 16:58 WIB

IHSG Melemah 0,46% ke 7.559, Saham BNBR dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan Hari Ini

Selasa, 21 April 2026 - 15:00 WIB

Generative AI Masuk Aplikasi Investasi, Bantu Investor Analisis Saham Secara Real Time

Selasa, 21 April 2026 - 12:00 WIB

MSCI Tahan Rebalancing Saham Indonesia, BEI Terus Lakukan Pendekatan ke Global Index Provider

Berita Terbaru

Tampilan laman depan pendaftaran rekrutmen Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. (Sumber: phtc.panselnas.go.id)

Nasional

Loker Koperasi Desa Merah Putih, Hari Ini Terakhir Daftar

Jumat, 24 Apr 2026 - 17:00 WIB