Minyak Dunia Melonjak 13%, Amerika Serikat Siapkan Langkah Redam Gejolak Harga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Minyak Dunia Melonjak 13%, Amerika Serikat Siapkan Langkah Redam Gejolak Harga

Minyak Dunia Melonjak 13%, Amerika Serikat Siapkan Langkah Redam Gejolak Harga

Harga minyak mentah dunia melonjak hingga 13 persen dalam perdagangan terbaru di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Lonjakan tajam ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz.

Dalam sesi perdagangan, harga minyak acuan global seperti Brent dan West Texas Intermediate (WTI) sempat melonjak signifikan sebelum akhirnya ditutup lebih stabil. Kenaikan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan

Gejolak harga terjadi setelah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut meningkatkan risiko terganggunya distribusi minyak dari kawasan Teluk, yang menyumbang sebagian besar pasokan energi dunia.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global setiap harinya. Setiap potensi gangguan di wilayah ini langsung memicu respons cepat di pasar komoditas.

Baca Juga :  Mantan Kepala Intelijen Inggris Sebut Iran Lebih Tangguh, Opsi AS dan Israel Kian Terbatas

Analis menilai lonjakan harga kali ini lebih dipengaruhi sentimen risiko dibanding gangguan fisik yang sudah terjadi. Namun, jika konflik berlanjut atau memicu pembatasan distribusi minyak, tekanan harga diperkirakan akan semakin besar.

AS Siapkan Strategi Meredam Harga

Menanggapi lonjakan tersebut, pemerintah Amerika Serikat menyatakan tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk meredam dampak kenaikan harga energi terhadap perekonomian domestik dan global.

Meski demikian, pejabat terkait mengindikasikan bahwa pelepasan cadangan dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) belum menjadi opsi utama saat ini. Pemerintah masih memantau perkembangan situasi sebelum mengambil kebijakan intervensi langsung.

Langkah alternatif yang dipertimbangkan termasuk koordinasi dengan negara produsen minyak serta upaya stabilisasi pasar melalui kebijakan fiskal dan energi domestik.

Baca Juga :  Iran Peringatkan AS soal Invasi Darat, Ancam Mematikan

Dampak ke Pasar Global

Lonjakan harga minyak turut memicu volatilitas di pasar keuangan global. Sejumlah indeks saham melemah, sementara investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas.

Bagi negara-negara importir energi, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, memperbesar beban subsidi, serta menekan daya beli masyarakat.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan geopolitik dan respons kebijakan dari negara-negara besar. Jika ketegangan mereda, harga minyak berpeluang terkoreksi. Namun jika konflik meluas, risiko lonjakan lanjutan masih terbuka.

Kondisi ini menegaskan kembali betapa sensitifnya pasar energi terhadap dinamika politik global, terutama di kawasan penghasil minyak utama dunia.

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB