Iran Peringatkan AS soal Invasi Darat, Ancam Mematikan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran Peringatkan AS soal Invasi Darat, Ancam Mematikan

Iran Peringatkan AS soal Invasi Darat, Ancam Mematikan

Jemarionline.com, Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah muncul wacana kemungkinan operasi darat oleh militer AS. Pihak Iran merespons keras dengan memperingatkan bahwa langkah tersebut akan berujung pada konsekuensi fatal bagi pasukan Amerika.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menyatakan bahwa negaranya telah siap menghadapi berbagai skenario, termasuk invasi langsung ke wilayah darat. Ia menegaskan bahwa pasukan Iran telah memperkuat pertahanan di sejumlah titik strategis.

Menurutnya, jika Amerika Serikat benar-benar melancarkan invasi, maka risiko besar akan dihadapi oleh tentaranya. Bahkan, ia melontarkan pernyataan simbolis yang tajam dengan menyebut pasukan AS bisa berakhir menjadi “mangsa hiu” di kawasan Teluk Persia.

Baca Juga :  Iran Tutup Wilayah Udara Akibat Protes, Ketegangan Politik Meningkat

Ketegangan Meningkat

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Washington dilaporkan telah mengerahkan ribuan personel tambahan sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik.

Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik yang sebelumnya lebih banyak terjadi melalui serangan udara kini berpotensi berkembang menjadi operasi darat yang lebih luas dan berisiko tinggi.

Iran sendiri mengklaim telah mempersiapkan strategi pertahanan berlapis, termasuk di wilayah penting seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.

Sindiran untuk Trump

Dalam pernyataannya, Iran juga menyampaikan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pemerintah Iran menilai kebijakan yang diambil Washington berpotensi menyeret negaranya ke dalam konflik berkepanjangan dengan risiko besar bagi pasukan AS.

Baca Juga :  Ketegangan Memuncak, AS-Israel Serang Area Nuklir Iran di Bushehr

Iran menuding langkah-langkah tersebut sebagai keputusan yang berbahaya dan dapat memperburuk stabilitas kawasan.

Ancaman Konflik Terbuka

Pengamat menilai, eskalasi retorika dan peningkatan aktivitas militer dari kedua pihak menjadi sinyal meningkatnya potensi konflik terbuka. Jika tidak diredam, situasi ini dapat memicu perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Untuk saat ini, dunia internasional terus memantau perkembangan situasi dengan kekhawatiran bahwa ketegangan ini bisa berdampak pada stabilitas global, terutama di sektor energi dan keamanan.

Berita Terkait

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
AS dan Iran Capai Kesepakatan Nuklir, Program Nuklir Teheran Akan Dibongkar
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan

Berita Terbaru

Ilustrasi AI.(Pexels/cottonbro studio)

Teknologi

Perusahaan Kembali Rekrut Karyawan Setelah Uji Coba AI

Selasa, 7 Jul 2026 - 11:00 WIB