Jemarionline – Cara media Israel memberitakan perang Iran dan Amerika Serikat menarik perhatian. Pemberitaan cenderung membangun narasi bahwa Iran adalah ancaman utama bagi negara tersebut.
Media Israel secara konsisten mengulang pernyataan pemimpin seperti Benjamin Netanyahu. Iran disebut sebagai ancaman eksistensial yang harus dihentikan.
Dalam laporan berita, Iran juga sering digambarkan sebagai pusat jaringan kelompok proksi di Timur Tengah. Hal ini memperkuat persepsi bahwa konflik memiliki dampak luas di kawasan.
Penggunaan istilah seperti ancaman nuklir menjadi hal yang umum. Media menekankan bahwa Iran berpotensi mengembangkan senjata nuklir.
Beberapa stasiun televisi bahkan menampilkan tayangan dramatis. Video serangan udara dan ledakan dipadukan dengan pesan kemenangan.
Narasi tersebut perlahan membentuk opini publik. Dukungan terhadap aksi militer pun semakin kuat di masyarakat.
Di sisi lain, kritik terhadap perang jarang muncul di media arus utama. Hal ini menunjukkan dominasi narasi yang sejalan dengan pemerintah.
Konflik Iran-AS yang dimulai pada Februari 2026 terus meluas. Serangan militer dan balasan dari kedua pihak berdampak pada stabilitas kawasan dan ekonomi global.









