Jemarionline – Pencarian korban longsor di Pasir Langu, Bandung Barat terganggu hujan deras sejak Rabu (28/1/2026). Hingga saat ini, jumlah korban meninggal meningkat menjadi 34 orang, sementara puluhan lainnya masih hilang.
Bencana ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, setelah hujan lebat mengguyur perbukitan kawasan Bandung Barat. Material tanah dan lumpur menimbun puluhan rumah, membuat tim SAR menghadapi medan yang sulit dan berisiko longsor susulan.
Evakuasi dan Upaya SAR
-
34 jenazah telah teridentifikasi oleh Tim DVI BNPB.
-
32 orang masih dalam proses pencarian.
-
Ratusan warga terdampak sudah dievakuasi ke lokasi penampungan sementara.
Cuaca buruk menjadi kendala utama. Hujan deras membuat tanah labil dan berpotensi longsor susulan. Kabut tebal juga mengurangi jarak pandang tim SAR. Akibatnya, sebagian operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan personel.
“Cuaca saat ini sangat berat. Kami terus berkoordinasi untuk memaksimalkan pencarian korban, tapi keselamatan tim tetap menjadi prioritas,” kata Kepala Basarnas Bandung.
Koordinasi Penanganan Bencana
Evakuasi dan pencarian korban melibatkan:
-
BNPB
-
Basarnas
-
TNI-Polri
-
Relawan lokal
Tim gabungan bekerja siang dan malam untuk mempercepat pencarian dan memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan logistik dan tempat tinggal sementara.
Dampak Longsor Pasir Langu
-
Puluhan rumah rusak parah dan terbenam lumpur.
-
Jalan akses menuju desa tertutup material longsor, menghambat evakuasi.
-
Musim penghujan puncak memperbesar risiko longsor susulan.
Bencana ini menjadi salah satu longsor paling parah di Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir, mengingat skala kerusakan dan jumlah korban jiwa.









