Jepang Perketat Naturalisasi 2026, Masa Tinggal Jadi 10 Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Warga negara Jepang. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Foto: Warga negara Jepang. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jemarionline – Pemerintah Jepang berencana memperketat syarat naturalisasi bagi warga negara asing mulai April 2026. Kebijakan ini membuat proses untuk menjadi warga negara Jepang diperkirakan akan semakin sulit.

Salah satu perubahan utama adalah penambahan masa tinggal minimum. Jika sebelumnya cukup lima tahun, kini diperpanjang menjadi sekitar 10 tahun. Langkah ini diambil untuk memastikan calon warga negara benar-benar memahami kehidupan dan budaya Jepang.

Selain itu, pemerintah juga memperketat pemeriksaan administrasi. Riwayat pembayaran pajak akan dicek lebih lama, begitu juga dengan kewajiban asuransi sosial. Tujuannya adalah memastikan pemohon memiliki tanggung jawab finansial yang baik selama tinggal di Jepang.

Baca Juga :  Spanyol Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat Militer AS Terkait Konflik Iran

Pemerintah Jepang menilai aturan sebelumnya terlalu longgar. Karena itu, pengetatan dilakukan agar proses naturalisasi lebih selektif dan hanya diberikan kepada orang yang benar-benar memenuhi kriteria.

Tidak hanya soal administratif, kemampuan beradaptasi juga menjadi perhatian. Calon warga negara tetap harus menunjukkan kemampuan berbahasa Jepang dan menyesuaikan diri dengan kehidupan sosial di negara tersebut.

Baca Juga :  Respons 5 Negara atas Desakan Donald Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada banyak warga asing yang ingin menetap permanen di Jepang. Mereka harus mempersiapkan diri lebih lama sebelum mengajukan naturalisasi.

Secara keseluruhan, langkah ini menunjukkan bahwa Jepang ingin menjaga kualitas integrasi penduduk asing, sekaligus memastikan stabilitas sosial dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Voting DK PBB soal Selat Hormuz Ditunda Hingga Besok
Pemimpin Junta Myanmar Terpilih Jadi Presiden, Militer Kembali Kuasai Pemerintahan
Umrah Hanya untuk Warga Saudi, Jemaah Internasional Wajib Keluar
Saudi Gelar Forum Umrah dan Ziyarah 2026 dengan Layanan Canggih
Sejarah Terbentuknya Selat Hormuz: Jalur Strategis yang Terbentuk dari Proses Alam
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi PBB
Kejadian Drone di Rumah Menhan‑Menlu AS: Pentagon Siapkan Perlindungan Lebih Ketat
Harga Bensin di AS Lampaui US$4 per Galon, Warga Keluhkan Biaya Hidup
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:55 WIB

Voting DK PBB soal Selat Hormuz Ditunda Hingga Besok

Jumat, 3 April 2026 - 23:00 WIB

Pemimpin Junta Myanmar Terpilih Jadi Presiden, Militer Kembali Kuasai Pemerintahan

Jumat, 3 April 2026 - 10:00 WIB

Umrah Hanya untuk Warga Saudi, Jemaah Internasional Wajib Keluar

Jumat, 3 April 2026 - 01:00 WIB

Saudi Gelar Forum Umrah dan Ziyarah 2026 dengan Layanan Canggih

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Sejarah Terbentuknya Selat Hormuz: Jalur Strategis yang Terbentuk dari Proses Alam

Berita Terbaru

Rekor Baru Penumpang Kereta Cepat Whoosh Saat Lebaran 2026 ( dok.KCIC/KOMPAS.com )

Nasional

Rekor Baru Penumpang Kereta Cepat Whoosh Saat Lebaran 2026

Sabtu, 4 Apr 2026 - 11:00 WIB

Traktor Nusantara Buka Lowongan Management Trainee 2026

Bisnis

Traktor Nusantara Buka Lowongan Management Trainee 2026

Sabtu, 4 Apr 2026 - 10:00 WIB

KPK Periksa Bos Rokok HS Terkait Skandal Pita Cukai ( dok.metro TV/Candra )

Kriminal

KPK Periksa Bos Rokok HS Terkait Skandal Pita Cukai

Sabtu, 4 Apr 2026 - 09:00 WIB

Pejabat Muaro Jambi Dirotasi, Dua Sekretaris OPD Dilantik ( dok.JAMBIUPDATE.CO)

Daerah

Pejabat Muaro Jambi Dirotasi, Dua Sekretaris OPD Dilantik

Sabtu, 4 Apr 2026 - 08:00 WIB

Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios

Teknologi

Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios

Sabtu, 4 Apr 2026 - 07:00 WIB