Jasa Medis RSUD Sungai Penuh Belum Dibayar Sejak Januari, Tenaga Kesehatan Keluhkan Hak Tertunda

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: KerinciTime

Foto: KerinciTime

Sungai Penuh, Jemarionline.com – Tenaga kesehatan di RSUD Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh mengeluhkan keterlambatan pencairan jasa medis yang hingga Juni 2026 belum mereka terima. Kondisi tersebut memicu keresahan karena tenaga kesehatan masih menunggu hak yang seharusnya mereka peroleh sejak awal tahun.

Informasi mengenai keterlambatan pembayaran ini menyebar di lingkungan rumah sakit dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, sejumlah tenaga kesehatan mulai mempertanyakan kepastian pencairan kepada pihak terkait.

Karena itu, persoalan tersebut menjadi perhatian banyak pihak, terutama pegawai yang mengandalkan jasa medis sebagai tambahan penghasilan.

Tenaga Kesehatan Tunggu Hak Sejak Januari

Sejumlah tenaga kesehatan mengaku belum menerima jasa medis sejak Januari 2026.

Mereka terus menjalankan tugas pelayanan setiap hari meskipun pembayaran belum masuk ke rekening masing-masing. Selain itu, mereka juga tetap melayani pasien di berbagai unit pelayanan rumah sakit tanpa mengurangi kualitas layanan.

Beberapa pegawai berharap manajemen segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan tersebut.

Mereka juga meminta kepastian mengenai jadwal pencairan agar tidak muncul berbagai spekulasi di lingkungan kerja.

Jasa Medis Menjadi Bagian Penting Pendapatan Pegawai

Jasa medis memiliki peran penting bagi tenaga kesehatan karena komponen tersebut menjadi bagian dari pendapatan yang mereka terima berdasarkan layanan yang mereka berikan.

Baca Juga :  Gaji 13 ASN Sungai Penuh Belum Cair, ASN Pertanyakan Keterlambatan

Dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya mengandalkan komponen tersebut sebagai tambahan penghasilan di luar gaji pokok.

Karena itu, keterlambatan pencairan selama beberapa bulan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pegawai.

Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, jasa medis juga menjadi bentuk penghargaan atas pelayanan yang mereka berikan kepada masyarakat.

Pelayanan Rumah Sakit Tetap Berjalan Normal

Meskipun menghadapi persoalan pembayaran jasa medis, tenaga kesehatan tetap menjalankan pelayanan seperti biasa.

Petugas medis tetap melayani pasien rawat jalan, rawat inap, hingga unit gawat darurat. Selain itu, rumah sakit juga masih menjalankan berbagai program pelayanan kesehatan yang telah dijadwalkan.

Karena itu, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan tanpa gangguan berarti.

Namun, banyak pihak berharap manajemen segera menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak memengaruhi semangat kerja pegawai dalam jangka panjang.

Tata Kelola Keuangan Jadi Sorotan

Persoalan keterlambatan pencairan jasa medis juga memunculkan perhatian terhadap pengelolaan keuangan rumah sakit.

Sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, RSUD perlu memastikan seluruh kewajiban kepada tenaga kesehatan berjalan tepat waktu.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Hadiri Debat Calon Ketua Umum BPP HIPMI, Dorong Demokrasi Organisasi yang Sehat

Selain itu, manajemen juga perlu menjaga transparansi agar pegawai memahami kondisi yang terjadi.

Karena itu, banyak pihak meminta rumah sakit menyampaikan informasi secara terbuka mengenai kendala yang menyebabkan keterlambatan pencairan jasa medis.

Pegawai Harapkan Penjelasan Resmi

Tenaga kesehatan berharap manajemen segera memberikan kepastian terkait pembayaran jasa medis yang masih tertunda.

Mereka menilai komunikasi yang terbuka dapat mengurangi keresahan yang berkembang di lingkungan rumah sakit. Selain itu, penjelasan resmi juga dapat membantu pegawai memahami langkah yang sedang ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Karena itu, mereka menunggu keputusan dan informasi terbaru dari pihak rumah sakit.

RSUD Terus Tingkatkan Pelayanan

Di tengah persoalan yang muncul, RSUD Mayjen H.A. Thalib tetap melanjutkan berbagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan.

Manajemen rumah sakit terus menjalankan program pembenahan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan sektor kesehatan melalui berbagai program pendukung.

Karena itu, banyak pihak berharap penyelesaian persoalan jasa medis dapat berjalan seiring dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. (maN)

Berita Terkait

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS
APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM
Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN
BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini
Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melambung, Warga Mengeluh
Disdik Kerinci Dorong Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah
BKPSDM Sungai Penuh Perketat Pengawasan, ASN Wajib Tertib Absensi
Disperindag Sungai Penuh Perketat Pengawasan Harga LPG 3 Kg
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:00 WIB

APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:00 WIB

Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:00 WIB

BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:45 WIB

Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melambung, Warga Mengeluh

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB