Kasus Hipertensi Usia Muda Meningkat, Dokter Soroti Gaya Hidup Kurang Gerak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan tekanan darah sebagai langkah deteksi dini hipertensi pada usia produktif.
(Foto: Alomedika)

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan tekanan darah sebagai langkah deteksi dini hipertensi pada usia produktif. (Foto: Alomedika)

Jemarionline – Kasus hipertensi usia muda dilaporkan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini kini banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, terutama mereka yang jarang beraktivitas fisik dan memiliki pola makan tidak sehat.

Dokter menyebut gaya hidup sedentari menjadi salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi pada anak muda. Kebiasaan duduk terlalu lama, jarang olahraga, serta konsumsi makanan tinggi garam memperbesar risiko hipertensi sejak dini.

Baca Juga :  Inovasi Kesehatan 2026: Teknologi Terbaru untuk Perawatan Jantung

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andika Pratama, mengatakan banyak penderita tidak menyadari dirinya mengalami hipertensi.
“Sebagian besar pasien datang tanpa keluhan berat. Setelah diperiksa, tekanan darah mereka sudah di atas normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena tidak selalu menimbulkan gejala. Jika tidak dikendalikan, penyakit ini dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal, bahkan di usia muda.

Baca Juga :  Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Mental: Cara Sederhana Kurangi Stres dan Cemas

Untuk mencegah kondisi tersebut, masyarakat disarankan menerapkan pola hidup sehat. Langkah sederhana seperti olahraga rutin, mengurangi konsumsi garam, menjaga berat badan ideal, dan mengelola stres dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Selain itu, dokter juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, meskipun merasa sehat. Deteksi dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi di kemudian hari.

Berita Terkait

Program MBG Lombok Barat Terhenti Sementara, Puluhan Ribu Penerima Terdampak
Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86 Persen, Tertinggi Sejak 2018
Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!
Hari Kesehatan Sedunia 2026: Ajakan Dunia untuk Percaya pada Sains
72 Siswa Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Pondok Kelapa Ditutup
Cara Mengurangi Stres Kerja Secara Efektif
5 Buah yang Bantu Turunkan Asam Urat Secara Alami
Tips Orang Tua Kurangi Gadget Anak Saat Liburan Sekolah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 11:00 WIB

Program MBG Lombok Barat Terhenti Sementara, Puluhan Ribu Penerima Terdampak

Jumat, 10 April 2026 - 04:00 WIB

Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86 Persen, Tertinggi Sejak 2018

Kamis, 9 April 2026 - 18:00 WIB

Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!

Selasa, 7 April 2026 - 16:00 WIB

Hari Kesehatan Sedunia 2026: Ajakan Dunia untuk Percaya pada Sains

Senin, 6 April 2026 - 22:00 WIB

72 Siswa Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Pondok Kelapa Ditutup

Berita Terbaru

Jaksa Agung Rotasi 65 Kajari di Seluruh Indonesia ( dok.CNN Indonesia)

Nasional

Jaksa Agung Rotasi 65 Kajari di Seluruh Indonesia

Selasa, 14 Apr 2026 - 16:35 WIB

Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bisnis

BRI Bagi Dividen Rp346 per Saham, Catat Tanggal Pentingnya

Selasa, 14 Apr 2026 - 15:00 WIB

Harli Siregar ditunjuk menjadi Inspektur III pada Jaksa Agung Muda BIdang Pengawasaan Kejagung yang sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara. Foto: Metrotvnews.com/Candra Yuri Nuralam.

Nasional

Harli Siregar Kembali ke Kejagung Usai Rotasi Jabatan

Selasa, 14 Apr 2026 - 14:00 WIB

Pemerintah Tegaskan Rokok Ilegal Harus Bayar Cukai atau Tutup ( Poto ilustrasi :dok.Republika)

Ekonomi

Pemerintah Tegaskan Rokok Ilegal Harus Bayar Cukai atau Tutup

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:03 WIB