Menkes Budi Siapkan Terobosan, Hepatitis B Bisa Ditangani di Puskesmas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: AcehTimes

Foto: AcehTimes

Jakarta, Jemarionline.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyiapkan terobosan baru untuk memperluas layanan hepatitis B hingga tingkat puskesmas. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin mempercepat skrining, diagnosis, dan pengobatan hepatitis B agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan.

Budi menilai Indonesia perlu memperkuat layanan kesehatan primer karena jumlah penderita hepatitis B masih sangat besar. Oleh sebab itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan rumah sakit, tetapi juga mendorong puskesmas untuk berperan lebih aktif dalam penanganan penyakit tersebut.

Selain memperluas akses layanan, langkah ini juga membantu pemerintah meningkatkan deteksi dini dan menekan risiko komplikasi penyakit hati.

Kementerian Kesehatan Perkuat Peran Puskesmas

Kementerian Kesehatan tengah menyusun kebijakan yang memungkinkan puskesmas menangani hepatitis B secara lebih luas.

Melalui kebijakan tersebut, dokter umum di puskesmas dapat melakukan skrining, pemeriksaan awal, pemantauan pasien, hingga memberikan pengobatan pada kasus tertentu sesuai standar medis yang berlaku.

Karena itu, masyarakat tidak perlu selalu datang ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan dasar terkait hepatitis B.

Langkah tersebut juga akan mempercepat penanganan pasien yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan rujukan.

Menkes Ingin Jangkau Lebih Banyak Pasien

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa jumlah pasien hepatitis B di Indonesia mencapai jutaan orang.

Menurutnya, rumah sakit tidak mungkin menangani seluruh pasien tanpa dukungan layanan kesehatan tingkat pertama. Oleh karena itu, pemerintah ingin memanfaatkan jaringan puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Baca Juga :  Pembangunan RSUD Kerinci Dipercepat, Dekatkan Akses Layanan Kesehatan Masyarakat

Selain itu, puskesmas memiliki posisi strategis karena berada lebih dekat dengan masyarakat.

Karena itu, pemerintah berharap lebih banyak warga dapat menjalani pemeriksaan dan pengobatan lebih cepat.

“Pemberian obat Hepatitis B bisa dilakukan di puskesmas karena jumlah pasiennya jutaan,” ujar Menkes Budi.

Pemerintah Akan Melatih Dokter Umum

Kementerian Kesehatan akan melatih dokter umum agar mampu menangani hepatitis B sesuai pedoman yang berlaku.

Program pelatihan tersebut akan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan skrining, diagnosis awal, edukasi pasien, hingga pemantauan pengobatan.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dukungan teknis kepada puskesmas agar layanan berjalan dengan baik.

Karena itu, dokter umum dapat membantu menangani kasus hepatitis B secara lebih efektif tanpa harus selalu merujuk pasien ke rumah sakit.

Pemerintah Kejar Peningkatan Skrining

Pemerintah menilai angka skrining hepatitis di Indonesia masih rendah.

Saat ini, banyak penderita hepatitis B yang belum mengetahui kondisi kesehatannya karena tidak pernah menjalani pemeriksaan. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Karena itu, Kementerian Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Melalui perluasan layanan di puskesmas, pemerintah berharap lebih banyak warga dapat menjalani skrining dengan mudah dan terjangkau.

Baca Juga :  Inovasi Kesehatan 2026: Teknologi Terbaru untuk Perawatan Jantung

Puskesmas Manfaatkan USG dan Teknologi Digital

Pemerintah juga mendorong puskesmas memanfaatkan alat ultrasonografi (USG) yang sudah tersedia untuk membantu mendeteksi gangguan hati lebih dini.

Selain itu, Kementerian Kesehatan membuka peluang pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk mendukung proses diagnosis awal.

Langkah tersebut memungkinkan tenaga kesehatan mengidentifikasi risiko penyakit hati secara lebih cepat dan akurat.

Karena itu, pasien dapat memperoleh penanganan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat.

Fokus pada Pencegahan dan Deteksi Dini

Kementerian Kesehatan terus mengutamakan pencegahan sebagai strategi utama dalam pengendalian hepatitis B.

Pemerintah menjalankan berbagai program seperti imunisasi hepatitis B, pemeriksaan ibu hamil, edukasi kesehatan, serta skrining kesehatan masyarakat.

Selain itu, tenaga kesehatan juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hati dan melakukan pemeriksaan rutin.

Karena itu, pemerintah berharap angka kasus hepatitis B dapat menurun dalam beberapa tahun ke depan.

Dukung Target Eliminasi Hepatitis

Pemerintah ingin mendukung target eliminasi hepatitis yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia perlu meningkatkan angka deteksi kasus dan memperluas akses pengobatan. Karena itu, pemerintah memandang puskesmas sebagai ujung tombak dalam upaya menemukan kasus lebih cepat.

Selain membantu pasien memperoleh pengobatan, strategi ini juga dapat mengurangi risiko penularan di masyarakat. (man)

Berita Terkait

Kabut Asap Pekat Selimuti Jambi, Warga Desak Pembagian Masker Gratis
Cara Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis: Simak Syarat dan Tahapan Resminya
Ratusan Orang Diduga Keracunan Usai Menyantap Makanan Restoran Korea di Bandung
Cara Efektif Mengatasi Kutu Beras dan Ngengat Lemari Dapur
Kebiasaan Harian Perkotaan yang Picu Risiko Perlemakan Hati
Ubi Jalar vs Pisang: Mana Terbaik untuk Gula Darah?
Hipertensi Geser Merokok Jadi Pemicu Utama Serangan Jantung di Indonesia
Edukasi Nyeri Punggung Bawah: RS M Djamil Imbau Warga Tak Sepelekan Sakit Pinggang
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Jambi, Warga Desak Pembagian Masker Gratis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Cara Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis: Simak Syarat dan Tahapan Resminya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Ratusan Orang Diduga Keracunan Usai Menyantap Makanan Restoran Korea di Bandung

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Cara Efektif Mengatasi Kutu Beras dan Ngengat Lemari Dapur

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Kebiasaan Harian Perkotaan yang Picu Risiko Perlemakan Hati

Berita Terbaru

ilustrasi visual yang menggambarkan situasi di mana akses agen AI yang tidak sah terdeteksi dan diblokir pada aplikasi perbankan.(poto: AI).

Internasional

Bank AS Blokir Agen AI Usai Bobol Rekening Nasabah

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:55 WIB

Ilustrasi busi motor di meja bengkel, komponen vital penentu tenaga mesin dan efisiensi bahan bakar kendaraan bermotor.(poto: oegopost.id).

OTOMOTIF

Kapan Harus Ganti Busi Motor? Simak 3 Tanda Penting Ini

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:15 WIB

Internasional

Panas Jelang Pemilu Israel: Perang AI Sasar Keluarga Korban

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:58 WIB