KERINCI, Jemarionline.com – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mengirim tim ke Desa Ujung Ladang, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, setelah menerima laporan warga terkait kemunculan harimau Sumatera di kawasan perladangan.
Petugas segera mendatangi lokasi untuk mengecek laporan warga secara langsung. Langkah tersebut bertujuan memastikan kondisi lapangan sekaligus mengumpulkan informasi yang akurat mengenai keberadaan satwa tersebut.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I BBTNKS David mengatakan sejumlah warga mengaku melihat seekor harimau melintas di sekitar area ladang.
Tim Periksa Lokasi Kemunculan
Tim BBTNKS memeriksa lokasi yang warga tunjuk sebagai titik kemunculan harimau.
Petugas menyisir kawasan perladangan dan area sekitar untuk mencari tanda keberadaan satwa tersebut. Pada pemeriksaan awal, tim belum menemukan jejak yang memastikan keberadaan harimau di lokasi.
Meski demikian, petugas tetap melanjutkan pemantauan karena beberapa warga mengaku melihat satwa tersebut secara langsung.
Petugas Telusuri Video dan Jejak
Selain menerima laporan warga, petugas juga menelusuri video yang beredar di masyarakat.
Tim menerima informasi mengenai jejak yang mengarah ke keberadaan satwa liar tersebut. Petugas kemudian mencocokkan informasi lapangan dengan laporan yang diterima dari warga.
Meski demikian, petugas masih memeriksa seluruh informasi itu secara mendalam sebelum menyimpulkan hasil investigasi.
BBTNKS dan BKSDA Perkuat Koordinasi
BBTNKS menjalin koordinasi dengan BKSDA Jambi untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.
Kedua lembaga itu mengumpulkan informasi lapangan dan menentukan langkah lanjutan jika petugas menemukan harimau. Mereka juga menyusun langkah antisipasi guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar.
Koordinasi itu juga bertujuan menjaga keselamatan masyarakat dan melindungi harimau Sumatera yang hidup di kawasan konservasi.
Warga Diminta Tetap Waspada
David mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan selama petugas melakukan pemeriksaan.
Ia meminta warga mengurangi aktivitas sendirian di ladang, terutama pada pagi dan sore hari. Jika harus bekerja di kebun, warga sebaiknya pergi bersama keluarga atau kelompok.
Selain itu, petugas meminta warga membawa alat yang menghasilkan suara agar dapat mengurangi risiko pertemuan dengan satwa liar.
Harimau Diduga Mengikuti Mangsa
Petugas menduga harimau tersebut hanya melintas di kawasan perladangan.
Tim menemukan informasi mengenai pergerakan babi hutan di sekitar lokasi. Harimau sering mengikuti pergerakan babi hutan karena satwa itu menjadi salah satu sumber pakannya di alam liar.
Karena itu, petugas berharap harimau segera kembali ke habitat alaminya tanpa menimbulkan gangguan bagi masyarakat.









