Jemarionline,Bukittinggi – Gunung Marapi, salah satu gunung api aktif di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, kembali mengalami erupsi pada Minggu (25/1/2026). Menurut Pusat Pengamatan Gunung Api (PGA), erupsi terjadi sekitar pukul 14.32 WIB dengan durasi 28 detik. Saat ini status gunung berada pada Level II (Waspada).
Aktivitas dan Kondisi Terkini
Seismogram mencatat letusan dengan amplitudo maksimum 27,5 mm, menunjukkan aktivitas vulkanik yang singkat namun signifikan. Meskipun kolom abu kali ini tidak terlihat tinggi secara kasat mata, aktivitas tetap terekam oleh alat pemantau PGA.
Sebelumnya, Marapi telah menunjukkan beberapa aktivitas vulkanik sepanjang awal dan pertengahan Januari 2026:
-
8 Januari 2026: PVMBG mengimbau masyarakat agar menjauhi radius 3 kilometer dari kawah Verbeek.
-
14 Januari 2026: Kolom abu tercatat mencapai ketinggian sekitar 1.600 meter di atas puncak.
(Sumber: PVMBG, laporan seismik Januari 2026)
Imbauan Keselamatan
PVMBG dan PGA menegaskan agar masyarakat tetap mematuhi protokol keselamatan berikut:
-
Hindari area dalam radius 3 kilometer dari kawah Verbeek untuk mengurangi risiko terkena lontaran material atau lahar.
-
Jauhi aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama saat hujan, karena material vulkanik dapat terbawa dan membentuk lahar.
-
Gunakan masker bila terjadi hujan abu untuk melindungi saluran pernapasan.
Dampak pada Masyarakat
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa atau kerugian besar akibat erupsi. Beberapa warga melaporkan gangguan debu abu di udara, namun PVMBG dan BNPB terus memantau kondisi gunung secara intensif.
(Sumber: BNPB, 25 Januari 2026)
Latar Belakang Gunung Marapi
Gunung Marapi dikenal sebagai salah satu gunung api yang secara historis aktif di Indonesia. Aktivitas vulkaniknya sering mengalami peningkatan berkala, sehingga PVMBG dan BNPB terus memantau setiap perubahan seismik dan vulkanik guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Sumber Resmi:
-
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), 2026
-
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 2026









