Dinkes Bandar Lampung Imbau Waspada Hantavirus, Warga Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kabar SDGs

Foto: Kabar SDGs

Lampung, Jemarionline.com – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus. Pemerintah kota memilih langkah pencegahan lebih awal agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penyakit.

Sampai Mei 2026, rumah sakit dan puskesmas di Bandar Lampung belum mencatat kasus Hantavirus. Meski begitu, Dinkes tetap memperkuat pemantauan kesehatan dan memperluas edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, Dinkes juga mengajak warga menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat menekan potensi paparan lebih awal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, menyampaikan kondisi terkini di wilayah Bandar Lampung.

“Sampai dengan bulan Mei 2026 tidak ada laporan kasus Hantavirus baik dari rumah sakit maupun puskesmas,” ujar Muhtadi.

Meskipun kondisi masih terkendali, Dinkes tetap menjalankan langkah antisipasi.

Dinkes Perkuat Edukasi dan Koordinasi

Dinkes mengirim surat edaran kepada fasilitas kesehatan di Bandar Lampung.

Melalui langkah itu, tenaga kesehatan dapat mengenali gejala lebih cepat dan meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  Gangguan Tidur Meningkat di Awal Tahun, Dokter Ingatkan Dampaknya bagi Kesehatan Mental dan Imunitas

Selain mengirim surat, Dinkes juga mengumpulkan laporan kesehatan secara berkala. Kemudian, petugas mengevaluasi laporan tersebut untuk melihat perkembangan situasi.

Muhtadi menegaskan bahwa pencegahan memberi hasil yang lebih baik dibanding penanganan setelah kasus muncul.

“Kami mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan segera memeriksa kesehatan apabila muncul gejala yang mencurigakan.”

Karena itu, Dinkes terus memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat.

Warga Perlu Mengenali Risiko Penularan

Dinkes menjelaskan bahwa tikus dapat membawa virus dan meningkatkan risiko infeksi.

Seseorang dapat mengalami paparan ketika melakukan kontak dengan tikus atau saat berada di lingkungan yang memiliki sisa aktivitas hewan pengerat.

Selain itu, beberapa kebiasaan juga dapat meningkatkan risiko.

Beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian meliputi:

  • menyentuh tikus
  • menghirup debu dari area kotor
  • terkena air liur tikus
  • terkena urine tikus
  • menyentuh permukaan kotor lalu menyentuh wajah

Sampai sekarang, tenaga kesehatan belum menemukan bukti penularan antarmanusia.

Namun, Dinkes tetap mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersihan.

Dinkes Ajak Warga Menjaga Rumah dan Lingkungan

Selain memperkuat pemantauan, Dinkes juga mengajak masyarakat menjalankan kebiasaan sehat setiap hari.

Baca Juga :  Survei KKI Ungkap Mayoritas Konsumen Belum Paham Batas Pakai Galon Guna Ulang

Warga perlu membersihkan rumah secara rutin. Selanjutnya, warga juga perlu mengurangi tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus.

Beberapa area yang perlu menjadi perhatian antara lain:

  • gudang
  • rumah kosong
  • kebun
  • area penyimpanan barang
  • sudut rumah yang jarang dibersihkan

Selain membersihkan area tersebut, warga juga perlu menutup akses masuk hewan pengerat.

Akibatnya, lingkungan akan menjadi lebih bersih dan risiko paparan dapat berkurang.

Langkah Pencegahan Yang Bisa Dilakukan

Dinkes mengajak masyarakat menjalankan beberapa langkah sederhana.

Langkah tersebut meliputi:

  • mencuci tangan menggunakan sabun
  • menjaga kebersihan rumah
  • menyimpan makanan di tempat tertutup
  • mengurangi sarang tikus
  • membersihkan area kotor menggunakan pel basah

Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh setiap hari.

Jika muncul keluhan kesehatan, warga perlu segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan.

Muhtadi kembali menyampaikan imbauan.

“Kalau mengalami gejala yang mengarah pada suspek Hantavirus, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat.” (man)

Berita Terkait

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
4.300 Warga Jalani Tes HIV di Sukabumi, 54 Orang Positif hingga Juni 2026
Menkes Budi Siapkan Terobosan, Hepatitis B Bisa Ditangani di Puskesmas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani

Senin, 8 Juni 2026 - 15:00 WIB

RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal

Berita Terbaru