Desa Semerah Terancam Dilebur, Tiga Tahun Tak Terima Dana Desa hingga 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jambiupdate.co

Foto: Jambiupdate.co

Jemarionline.com – Warga Desa Semerah di Kabupaten Kerinci kini menghadapi situasi serius. Desa mereka terancam kehilangan status setelah selama tiga tahun berturut-turut tidak menerima dana desa.

Masalah ini tidak hanya soal administrasi. Kondisi di lapangan ikut terdampak. Pembangunan tersendat, sementara warga mulai khawatir dengan masa depan desa mereka.

Masalah Administrasi Jadi Akar Persoalan

Pemerintah desa belum menyelesaikan sejumlah dokumen penting. Salah satu yang paling krusial adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Dokumen ini menjadi syarat utama pencairan dana desa. Tanpa APBDes, pemerintah pusat tidak bisa menyalurkan dana.

Pemerintah daerah sudah mencoba membantu proses penyelesaian. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan solusi yang jelas.

Tiga Tahun Tanpa Dana Desa

Desa Semerah sudah memasuki tahun ketiga tanpa dana desa, sejak 2024 hingga 2026.

Kondisi ini membuat banyak program tidak berjalan. Padahal, dana desa biasanya digunakan untuk:

  • Pembangunan infrastruktur
  • Pelayanan masyarakat
  • Program ekonomi warga

Tanpa dana tersebut, pemerintah desa kesulitan menjalankan kegiatan rutin.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Dua Ranperwali Sungai Penuh, Fokus Pelayanan Publik dan Dana Desa

Jika kondisi ini terus berlanjut, status desa bisa dicabut. Aturan menyebutkan desa yang tidak menerima dana dalam waktu lama bisa kehilangan status administratifnya.

Warga Mulai Cemas

Warga mulai merasakan dampak langsung. Mereka melihat pembangunan berhenti dan layanan publik tidak berjalan maksimal.

Kekhawatiran pun muncul. Banyak warga mempertanyakan nasib desa jika pemerintah benar-benar melebur wilayah mereka.

Beberapa hal yang membuat warga resah antara lain:

  • Identitas desa bisa hilang
  • Sistem pemerintahan berubah
  • Kemandirian desa berkurang
  • Dampak sosial sulit diprediksi

Bagi masyarakat, desa bukan sekadar wilayah administratif. Desa adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Mediasi Berjalan, Tapi Belum Tuntas

Pemerintah daerah dan pihak kecamatan terus mencoba mencari solusi. Mereka mengadakan mediasi dan pendampingan untuk mempercepat penyelesaian administrasi.

Namun, proses tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan. Waktu terus berjalan, sementara batas waktu semakin dekat.

Jika tidak ada perubahan, risiko peleburan akan semakin besar.

Baca Juga :  Sekda Sungai Penuh Menghadiri Peresmian Ninik Mamak Adat Luhah Pemangku Rajo Periode 2026–2028

Dampak Nyata di Lapangan

Tidak adanya dana desa selama tiga tahun membawa dampak langsung. Banyak rencana pembangunan tertunda.

Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga ikut menurun. Kondisi ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi desa.

Dalam jangka panjang, situasi ini bisa memengaruhi kesejahteraan warga.

Pemerintah Perlu Ambil Langkah Cepat

Sejumlah pihak meminta pemerintah segera bertindak. Mereka menilai situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Langkah yang perlu dilakukan antara lain:

  • Menyelesaikan dokumen administrasi
  • Memastikan dana desa kembali cair
  • Menjaga status Desa Semerah

Tanpa tindakan cepat, desa ini bisa kehilangan statusnya.

Masa Depan Desa di Ujung Penentuan

Desa Semerah kini berada di titik penting. Pemerintah masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

Jika semua pihak bergerak cepat, desa ini masih bisa bertahan. Namun, jika masalah terus berlarut, risiko peleburan akan semakin nyata.

Warga berharap pemerintah segera mengambil keputusan. Mereka ingin desa tetap berdiri dan berkembang seperti sebelumnya.

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Jambi 1 November: Bungo Waspada Hujan Petir
Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominan
Cegah Pelanggaran, Kejari Sungai Penuh Bekali Hukum Aparatur Desa
Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh
Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel
Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:12 WIB

Prakiraan Cuaca Jambi 1 November: Bungo Waspada Hujan Petir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:11 WIB

Cegah Pelanggaran, Kejari Sungai Penuh Bekali Hukum Aparatur Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel

Berita Terbaru

Ponsel lipat mewah Samsung Galaxy W27 varian biru dan merah beraksen emas resmi meluncur di China.(Foto: dok.jemarionline.com)

Teknologi

Samsung Galaxy W27 Resmi Meluncur, Usung Bodi Emas dan Satelit

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:43 WIB

Petugas memperagakan stasiun Flash Charging 1.500 kW BYD bersama mobil listrik di ajang PEVS 2026. (dok.jemarionline.com)

OTOMOTIF

BYD Rilis Flash Charging 1.500 kW di Indonesia

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:35 WIB

Ilustrasi Aktivitas manajemen pertanian padi modern: penanaman bibit jajar legowo, perawatan refugia, dan pemanenan mekanis di sawah.(poto: AI).

Pertanian

Strategi Tepat Manajemen Padi Sawah Agar Panen Melimpah

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:30 WIB

Warga memadati toko perhiasan di Pasar Sungai Penuh untuk mengecek harga emas dan membeli perhiasan, 1 November 2026.(ilustrasi poto: AI).

Bisnis

Harga Emas Sungai Penuh 1 November 2026 Naik Signifikan

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:20 WIB