JAMBI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menyatakan jumlah nasabah terdampak dan total dana yang hilang akibat gangguan sistem di Bank 9 Jambi masih dalam proses audit forensik. Karena itu, data resmi belum bisa diumumkan kepada publik.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara OJK, DPRD Kota Jambi, dan manajemen Bank 9 Jambi.
Audit Forensik Masih Berlangsung
Saat ini, investigasi teknis masih berjalan. OJK melakukan audit forensik untuk memastikan jumlah rekening yang terdampak serta nilai kerugian secara akurat.
Selain itu, audit juga bertujuan mengetahui penyebab gangguan sistem. Langkah ini penting agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
OJK menegaskan hasil audit akan diumumkan setelah proses pemeriksaan selesai.
Dana Nasabah Dijamin Dikembalikan
Di sisi lain, OJK memastikan dana nasabah tetap aman. Bank 9 Jambi bertanggung jawab penuh terhadap dana yang terbukti hilang.
Karena itu, nasabah diminta tidak panik. Proses penggantian dana akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. OJK juga terus mengawasi proses tersebut agar berjalan transparan.
Penanganan Libatkan Banyak Pihak
Penanganan kasus ini melibatkan berbagai lembaga. OJK bekerja sama dengan aparat kepolisian dan lembaga analisis transaksi keuangan untuk menelusuri aliran dana.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap penyebab kejadian dapat segera diketahui. Selain itu, sistem keamanan perbankan juga akan diperkuat.
Layanan Digital Sempat Dibatasi
Sebelumnya, beberapa layanan digital Bank 9 Jambi sempat dibatasi sementara. Kebijakan ini diambil sebagai langkah pengamanan selama investigasi berlangsung.
Menurut OJK, penghentian sementara layanan merupakan prosedur standar dalam penanganan gangguan keamanan sistem perbankan.
Nasabah Diminta Tetap Tenang
OJK mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Nasabah diminta mengikuti informasi resmi dari pihak bank dan regulator.
Saat ini, proses pemulihan sistem terus dilakukan. OJK memastikan pengawasan akan berlangsung hingga layanan kembali normal sepenuhnya.









