China menanggapi kesepakatan dagang Indonesia dan Amerika Serikat. Beijing meminta kerja sama itu tidak merugikan negara lain.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning. Ia menekankan pentingnya perdagangan yang adil.
Menurut China, kerja sama ekonomi harus saling menguntungkan. Selain itu, kebijakan dagang tidak boleh menekan pihak ketiga.
China Soroti Klausul Pembatasan Impor
China menyoroti aturan pembatasan impor dalam perjanjian Indonesia–AS. Aturan ini memungkinkan Indonesia mengikuti kebijakan Amerika Serikat.
Jika AS membatasi impor dari negara tertentu, Indonesia bisa melakukan langkah serupa. Kebijakan tersebut dapat berupa tarif tambahan atau kuota impor.
Karena itu, China meminta penerapan aturan dilakukan secara hati-hati. Beijing menilai kebijakan tersebut dapat memengaruhi perdagangan global.
Tujuan Kesepakatan Dagang
Kesepakatan dagang Indonesia–AS ditandatangani pada Februari 2026. Perjanjian ini bertujuan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Beberapa produk Indonesia mendapat pengaturan tarif baru di pasar AS. Sebaliknya, Indonesia membuka akses bagi produk asal Amerika.
Pemerintah Indonesia berharap kerja sama ini meningkatkan perdagangan nasional.
Dampak terhadap Hubungan Ekonomi
Sejumlah analis melihat adanya dampak geopolitik dari perjanjian ini. Kebijakan perdagangan dapat memengaruhi hubungan dengan mitra dagang lain.
China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Oleh sebab itu, keseimbangan hubungan ekonomi dinilai penting.
Dorongan Perdagangan Global yang Adil
China mendukung sistem perdagangan global yang terbuka. Beijing juga mengajak semua negara menjaga stabilitas ekonomi dunia.
Menurut pemerintah China, kerja sama ekonomi harus transparan dan adil bagi semua pihak.









