China Borong Emas, Filipina Melepas: Awal “Perang Cadangan Emas” Global

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

China Borong Emas, Filipina Melepas: Awal “Perang Cadangan Emas” Global

China Borong Emas, Filipina Melepas: Awal “Perang Cadangan Emas” Global

Jemarionline.com, Jakarta – 13 Februari 2026 Bank sentral beberapa negara mulai bersaing dalam menambah atau melepas cadangan emas mereka. China dilaporkan agresif membeli emas dalam jumlah besar, sementara Filipina justru menjual sebagian cadangannya. Fenomena ini disebut para analis sebagai “perang cadangan emas”.

China menambah cadangan emasnya untuk memperkuat posisi devisa di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi mata uang utama seperti dolar AS dan yen. Langkah ini menunjukkan strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi risiko finansial dan geopolitik.

Baca Juga :  Indonesia dan Arab Saudi Sepakati Investasi USD 27 Miliar di Sektor Kesehatan & Ekonomi 2026

Di sisi lain, Filipina melepas sebagian emasnya, kemungkinan untuk menambah likuiditas atau menyesuaikan portofolio cadangan. Perbedaan strategi ini menunjukkan bahwa setiap negara menghadapi risiko dan prioritas berbeda dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga :  Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Lonjakan pembelian emas global membuat harga logam mulia ini terus naik. Para pakar memperingatkan bahwa tren ini bisa mempengaruhi stabilitas pasar dan menggeser posisi instrumen keuangan tradisional seperti obligasi pemerintah AS.

Fenomena ini menegaskan bahwa emas kembali menjadi aset strategis utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Berita Terbaru