Siswa Kembali Belajar Daring Mulai April 2026, Ini Alasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa Kembali Belajar Daring Mulai April 2026, Ini Alasannya (dok.compas.com)

Siswa Kembali Belajar Daring Mulai April 2026, Ini Alasannya (dok.compas.com)

Pemerintah Indonesia berencana kembali menerapkan sistem pembelajaran daring (online) bagi siswa mulai April 2026. Kebijakan ini bukan karena pandemi, melainkan sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan konflik global.

Situasi geopolitik internasional, terutama di kawasan Timur Tengah, telah memicu ketidakpastian pasokan energi dunia. Dampaknya, harga energi meningkat dan berpotensi membebani ekonomi nasional. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah mengambil langkah penghematan energi secara nasional.

Kurangi Mobilitas Harian

Salah satu penyebab tingginya konsumsi BBM adalah sektor transportasi. Aktivitas harian seperti perjalanan ke sekolah dan kantor menyumbang penggunaan bahan bakar dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Geger! Granat Nanas Ditemukan Warga di TPU Palopo Saat Kerja Bakti

Karena itu, pemerintah menilai bahwa pembelajaran daring dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi mobilitas pelajar dan orang tua. Dengan lebih banyak aktivitas dilakukan dari rumah, penggunaan kendaraan dapat ditekan secara signifikan.

Tidak Hanya Sekolah, ASN Juga WFA

Selain siswa, kebijakan ini juga akan dibarengi dengan penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Tujuannya sama, yaitu mengurangi perjalanan harian yang berdampak pada konsumsi BBM.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam efisiensi energi nasional, termasuk pembatasan perjalanan dinas dan optimalisasi layanan digital.

Diterapkan Bertahap

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan diterapkan secara langsung di semua daerah. Pelaksanaannya akan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur digital, terutama di wilayah yang belum memiliki akses internet memadai.

Baca Juga :  PLN Jalankan 21 Proyek PLTS, Tekan Penggunaan BBM

Selain itu, kegiatan belajar yang membutuhkan praktik tetap akan dilakukan secara tatap muka agar kualitas pendidikan tetap terjaga.

Belajar dari Pengalaman Pandemi

Pemerintah juga mengacu pada pengalaman saat pandemi COVID-19, di mana sistem pembelajaran daring dan kerja fleksibel terbukti bisa berjalan dengan dukungan teknologi.

Ke depan, kebijakan ini diharapkan tidak hanya menghemat energi, tetapi juga mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan dan pemerintahan.

Berita Terkait

BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026, Berapa Harganya?
Polri Mutasi 1.121 Perwira, Promosikan 45 Polwan dan Bentuk Polresta Baru
Apa Itu NIB? Pedagang Online Wajib Punya atau Akun Bisa Diblokir
CNG Pengganti LPG 3 Kg Mulai Diproduksi Juli, Ini Penjelasan Bahlil
BPKH Catat 203 Ribu Pendaftar Haji, Dana Kelolaan Tembus Rp181 Triliun
Kemenpar Lantik 347 ASN, Widiyanti Dorong Integritas dan Inovasi Pelayanan Publik
120 Jamaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi, Pemerintah Pastikan Pemulangan Bertahap
Dana Rp800 Miliar Nyangkut di Bank Bangkrut, Pabrik Kertas Terancam PHK 2.500 Karyawan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 10:00 WIB

BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026, Berapa Harganya?

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:41 WIB

Polri Mutasi 1.121 Perwira, Promosikan 45 Polwan dan Bentuk Polresta Baru

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:00 WIB

Apa Itu NIB? Pedagang Online Wajib Punya atau Akun Bisa Diblokir

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:00 WIB

CNG Pengganti LPG 3 Kg Mulai Diproduksi Juli, Ini Penjelasan Bahlil

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:53 WIB

BPKH Catat 203 Ribu Pendaftar Haji, Dana Kelolaan Tembus Rp181 Triliun

Berita Terbaru

Ilustrasi AI.(Pexels/cottonbro studio)

Teknologi

Perusahaan Kembali Rekrut Karyawan Setelah Uji Coba AI

Selasa, 7 Jul 2026 - 11:00 WIB