Amran Sebut Negara Eksportir Beras Kecewa RI Hentikan Impor Beras

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman( poto : kompas.com )

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman( poto : kompas.com )

Jakarta, jemarionline.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebijakan stop impor beras Indonesia memicu reaksi keras dari sejumlah negara pengekspor beras.

Ia menilai langkah tersebut langsung mengubah peta perdagangan beras global.

Amran menyampaikan pernyataan itu saat kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6/2026).

Ia menegaskan Indonesia selama ini menjadi pasar besar bagi negara-negara eksportir beras dunia.

Menurutnya, hilangnya permintaan dari Indonesia membuat negara pengekspor kehilangan salah satu pasar utama. Kondisi itu juga berdampak pada pergerakan harga beras di pasar internasional.

Amran menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam perdagangan beras global karena jumlah penduduk yang besar. Hal itu membuat kebutuhan impor beras Indonesia selama ini sangat tinggi.

“Negara pengekspor ke Indonesia itu marah karena kita pasar besar,” ujar Amran dalam pemaparannya.

Baca Juga :  Kebutuhan Beras di Batang Hari Naik Jadi 2.000 Ton per Bulan Jelang Idul Adha 1447 H

Selain negara luar, ia juga menyebut pelaku usaha impor dalam negeri turut merasakan dampak kebijakan tersebut. Aktivitas bisnis yang selama ini bergantung pada impor beras disebut mengalami penurunan.

Dampak ke Pelaku Usaha Impor

Amran menjelaskan bahwa sejumlah importir beras di Indonesia telah membangun infrastruktur bisnis selama puluhan tahun. Infrastruktur itu mencakup gudang penyimpanan, armada kapal, hingga tenaga kerja.

Namun, menurutnya, kebijakan penghentian impor membuat aktivitas bisnis tersebut berkurang drastis. Gudang-gudang yang sebelumnya aktif kini tidak lagi beroperasi seperti sebelumnya.

Amran juga menyinggung bahwa pada 2024 Indonesia sempat mengimpor sekitar 7 juta ton beras. Ia menyebut kondisi tersebut bahkan sempat menimbulkan antrean pasokan di dalam negeri.

Dalam periode tersebut, ia kembali menjabat sebagai Menteri Pertanian pada akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo, kemudian melanjutkan tugas di era Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  9 Cara Hilangkan Kutu Beras dengan Mudah dan Alami di Rumah, Aman Tanpa Bahan Kimia

Pemerintah, kata dia, kemudian meminta percepatan pengurangan ketergantungan impor dan mendorong kemandirian pangan nasional.

Swasembada Beras dan Penghentian Impor

Amran menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025. Pemerintah tidak lagi membuka impor beras konsumsi pada tahun tersebut.

Ia menyebut capaian itu sebagai hasil dari upaya peningkatan produksi dalam negeri yang terus digenjot oleh pemerintah.

Pencapaian tersebut kemudian di umumkan dalam panen raya di Karawang, Jawa Barat, pada awal 2026 sebagai simbol keberhasilan swasembada pangan nasional.

Menurut Amran, kebijakan stop impor beras Indonesia tidak hanya berdampak pada dalam negeri, tetapi juga mengubah dinamika perdagangan global.

Indonesia yang sebelumnya di kenal sebagai negara importir besar kini mulai mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.(ar)

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB