Kerinci, Jemarionline.com – Serapan hasil panen petani di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh terus menunjukkan tren positif. Perum Bulog Cabang Sungai Penuh–Kerinci meningkatkan pembelian gabah dan jagung dari petani lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Peningkatan serapan tersebut memberikan dampak langsung bagi petani. Selain memperoleh kepastian pasar, petani juga mendapatkan harga yang lebih stabil saat musim panen berlangsung. Karena itu, banyak petani menyambut positif langkah yang dilakukan Bulog dalam menyerap hasil produksi pertanian lokal.
Di sisi lain, Bulog terus memperluas jangkauan pembelian agar lebih banyak petani dapat menjual hasil panennya tanpa harus khawatir terhadap fluktuasi harga pasar.
Bulog Tingkatkan Pembelian Gabah dan Jagung
Perum Bulog Cabang Sungai Penuh–Kerinci terus mempercepat pembelian komoditas pertanian dari petani. Langkah tersebut mencakup penyerapan gabah maupun jagung yang menjadi komoditas unggulan di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Selain menjaga stok pangan pemerintah, Bulog juga ingin memastikan hasil panen petani terserap secara optimal. Karena itu, petugas terus berkoordinasi dengan kelompok tani dan pemerintah daerah untuk memantau perkembangan masa panen di lapangan.
Melalui strategi tersebut, Bulog dapat mempercepat proses pembelian sehingga petani memperoleh kepastian penjualan hasil panennya.
Serapan Gabah Terus Mengalami Peningkatan
Dalam beberapa waktu terakhir, Bulog mencatat peningkatan volume serapan gabah dari petani lokal. Sebelumnya, Bulog Sungai Penuh–Kerinci berhasil menyerap sekitar 800 ton gabah dan menargetkan peningkatan serapan hingga mencapai 1.000 ton.
Kepala Perum Bulog Cabang Sungai Penuh–Kerinci, Afrinaldi Sinaga, menjelaskan bahwa program serapan gabah bertujuan menjaga cadangan beras pemerintah sekaligus membantu petani memperoleh harga yang layak.
Selain itu, Bulog juga memanfaatkan gabah yang dibeli untuk memperkuat stok beras nasional. Dengan demikian, pemerintah dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di masyarakat.
Jagung Petani Lokal Ikut Terserap
Tidak hanya fokus pada gabah, Bulog juga meningkatkan pembelian jagung hasil panen petani lokal. Langkah tersebut membuka peluang lebih besar bagi petani jagung untuk memasarkan hasil produksinya.
Selain membantu petani memperoleh pasar yang lebih pasti, program tersebut juga mendorong peningkatan produksi jagung di daerah. Karena itu, banyak kelompok tani mulai meningkatkan luas tanam guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus bertambah.
Di sisi lain, pemerintah berharap peningkatan produksi jagung dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung kebutuhan industri pakan ternak.
Harga Petani Lebih Terjaga
Program serapan yang dilakukan Bulog turut membantu menjaga harga gabah dan jagung di tingkat petani. Ketika hasil panen melimpah, harga komoditas biasanya mengalami tekanan akibat meningkatnya pasokan.
Namun, Bulog hadir sebagai pembeli sehingga petani tetap memiliki alternatif penjualan dengan harga yang lebih stabil. Akibatnya, petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik dibanding menjual hasil panen pada saat harga pasar melemah.
Selain itu, kepastian pembelian dari Bulog juga meningkatkan semangat petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian mereka.
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Peningkatan serapan gabah dan jagung sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemerintah terus mendorong daerah untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat sistem distribusi pangan. Karena itu, Bulog memegang peran penting sebagai lembaga yang menjembatani kebutuhan petani dan kebutuhan cadangan pangan pemerintah.
Selain menjaga stok nasional, program tersebut juga membantu menciptakan stabilitas ekonomi di sektor pertanian. Dengan demikian, petani dapat menjalankan aktivitas produksi secara lebih berkelanjutan.
Petani Sambut Positif Program Serapan
Banyak petani di Kerinci dan Sungai Penuh menyambut baik program serapan yang dijalankan Bulog.
Mereka menilai program tersebut memberikan kepastian pasar serta membantu menjaga nilai jual hasil panen. Selain itu, petani tidak perlu terlalu khawatir terhadap fluktuasi harga yang sering terjadi saat musim panen raya.
Karena itu, sejumlah kelompok tani berharap Bulog terus meningkatkan volume pembelian pada musim tanam berikutnya agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas. (man)









