Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

JAKARTA, Jemarionline.com – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlanjut pada awal Juni 2026. Pelemahan mata uang Garuda membuat sejumlah bank nasional menaikkan kurs jual dollar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp 18.010 per dollar AS. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan yang masih membayangi pasar keuangan domestik dalam beberapa pekan terakhir.

Data kurs perbankan menunjukkan Bank BTN mematok kurs jual tertinggi hingga Rp 18.010 per dollar AS. Sementara itu, beberapa bank besar lainnya juga memasang kurs jual yang mendekati level psikologis Rp 18.000 per dollar AS.

Kenaikan kurs jual tersebut terjadi seiring pelemahan rupiah yang masih berlangsung akibat kombinasi faktor global dan domestik.

Rupiah Terus Menghadapi Tekanan

Sepanjang 2026, rupiah beberapa kali mencatat pelemahan terhadap dollar AS. Tekanan tersebut muncul akibat meningkatnya ketidakpastian global, memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, serta kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dunia.

Situasi tersebut mendorong banyak investor mengalihkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dollar AS.

Akibatnya, permintaan terhadap mata uang Amerika Serikat meningkat dan memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.

Beberapa analis menilai kondisi global saat ini menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan nilai tukar negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Bank Sentral Berupaya Menjaga Stabilitas

Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pada April 2026, Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valuta asing setelah rupiah menyentuh rekor terlemah terhadap dollar AS. Otoritas moneter juga memanfaatkan berbagai instrumen untuk mengurangi volatilitas yang berlebihan di pasar keuangan.

Baca Juga :  Amran Tawarkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura, Stok RI Melimpah

Selain itu, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Mei 2026. Langkah tersebut bertujuan memperkuat stabilitas rupiah sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi salah satu prioritas utama bank sentral di tengah ketidakpastian global.

Mengapa Kurs Jual Lebih Tinggi?

Kurs jual merupakan harga yang ditetapkan bank ketika nasabah membeli dollar AS.

Karena bank juga memperhitungkan biaya operasional, risiko pasar, dan margin keuntungan, kurs jual biasanya berada di atas kurs tengah maupun kurs beli.

Ketika rupiah melemah, bank cenderung menyesuaikan kurs jual lebih cepat untuk mengantisipasi perubahan nilai tukar yang terjadi di pasar.

Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat harus membayar lebih mahal ketika ingin membeli mata uang asing.

Konflik Timur Tengah Ikut Memengaruhi

Sejumlah pengamat mengaitkan pelemahan rupiah dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Konflik yang melibatkan Iran dan sekutunya memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan ketidakpastian di pasar global. Situasi tersebut memperkuat posisi dollar AS sebagai aset safe haven yang banyak dicari investor.

Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi ikut merasakan dampak dari kenaikan harga minyak dan penguatan dollar AS.

Akibatnya, tekanan terhadap rupiah menjadi semakin besar.

Dampak bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Pelemahan rupiah tidak hanya memengaruhi pasar keuangan, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor ekonomi.

Baca Juga :  Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Resmi Diluncurkan, Ini Rincian Lengkapnya

Pelaku usaha yang mengandalkan bahan baku impor harus mengeluarkan biaya lebih besar ketika membeli produk dari luar negeri. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan harga barang di dalam negeri.

Selain itu, masyarakat yang memiliki kebutuhan pembayaran dalam dollar AS, seperti biaya pendidikan luar negeri, perjalanan internasional, atau transaksi bisnis global, juga menghadapi biaya yang lebih tinggi.

Karena itu, pergerakan nilai tukar selalu menjadi perhatian banyak kalangan.

Analis Masih Waspadai Pergerakan Rupiah

Sejumlah analis memperkirakan volatilitas rupiah masih akan berlanjut selama faktor-faktor global belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Pasar saat ini terus mencermati perkembangan konflik geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta kondisi ekonomi Amerika Serikat yang memengaruhi pergerakan dollar AS.

Apabila ketidakpastian global masih tinggi, tekanan terhadap mata uang negara berkembang berpotensi bertahan dalam beberapa waktu ke depan.

Kurs Dollar Jadi Perhatian Utama

Kurs jual dollar AS yang mencapai Rp 18.010 menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar, dunia usaha, dan masyarakat terus memantau perkembangan nilai tukar setiap hari.

Meski Bank Indonesia telah mengambil berbagai langkah stabilisasi, pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Karena itu, pasar akan terus mencermati berbagai perkembangan ekonomi dan geopolitik yang dapat memengaruhi arah nilai tukar dalam beberapa bulan mendatang. (man)

Berita Terkait

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026
Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB