Kementan Siapkan Dapur Susu Indonesia untuk Pasok Program MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun( Poto :ANTARA )

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun( Poto :ANTARA )

Jakarta, jemarionline.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan Dapur Susu Indonesia sebagai strategi untuk memperkuat pasokan susu bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui konsep ini, pemerintah ingin menghadirkan unit pengolahan susu skala kecil yang terintegrasi dengan dapur MBG di berbagai daerah.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, mengatakan konsep tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan susu untuk MBG.

Program ini juga bertujuan meningkatkan penyerapan susu segar dari peternak lokal serta mendorong pengembangan peternakan sapi perah di berbagai wilayah Indonesia.

“Kalau kami istilahnya Dasi, maksudnya Dapur Susu Indonesia. Ini yang kita ingin dorong,” kata Makmun dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Selasa.

Dapur Susu Terhubung Langsung dengan SPPG

Kementan merancang Dapur Susu Indonesia agar terhubung langsung dengan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah sekitar. Pola ini memungkinkan susu hasil produksi peternak terserap secara lebih terjamin.

Makmun menjelaskan, peternakan yang memiliki kapasitas sekitar 100 hingga 200 ekor sapi perah dapat didukung oleh unit pengolahan susu skala kecil. Unit tersebut kemudian memasok produk susu ke sejumlah SPPG yang berada di kawasan terdekat.

Menurutnya, skema tersebut membuka peluang pasar baru bagi peternak rakyat. Selain itu, model ini juga dapat mempercepat pertumbuhan industri pengolahan susu di luar Pulau Jawa.

Kementan bahkan telah menyiapkan prototipe untuk mendukung implementasi konsep tersebut. Dengan investasi di bawah Rp5 miliar, satu unit dapur susu dinilai sudah mampu memasok kebutuhan sekitar lima hingga 10 SPPG.

“Kami sudah buat prototipe-nya dengan modal mungkin di bawah Rp5 miliar itu sudah bisa membuat satu unit dapur susu yang kemudian bisa menyuplai sekitar lima sampai 10 SPPG di sekitarnya,” ujar Makmun.

Baca Juga :  492 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Sumatera Dihentikan Sementara

Pengembangan Sapi Perah Tak Lagi Terbatas di Dataran Tinggi

Makmun menilai pengembangan sapi perah nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Padahal, sejumlah wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara hingga kawasan Indonesia Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan peternakan sapi perah.

Ia menegaskan perkembangan teknologi membuat usaha peternakan sapi perah tidak lagi bergantung pada kawasan dataran tinggi. Saat ini, sejumlah perusahaan telah mengembangkan peternakan di wilayah dataran rendah.

“Sekarang sudah banyak industri juga yang bangun di dataran rendah, seperti di Subang, ada yang bangun di Brebes,” katanya.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi daerah-daerah baru untuk berkontribusi dalam peningkatan produksi susu nasional. Dengan perluasan wilayah produksi, pemerintah berharap pasokan susu dalam negeri dapat meningkat secara bertahap.

MBG Jadi Motor Penggerak Industri Susu Nasional

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme pemerintah terhadap masa depan industri susu nasional. Pasalnya, susu masuk dalam salah satu komponen menu yang disiapkan dalam program tersebut.

Makmun menyebut keberadaan MBG menghadirkan pasar yang lebih pasti bagi peternak. Sebelumnya, pelaku usaha kecil sering menghadapi persaingan berat dengan industri besar dalam hal promosi dan pemasaran.

Kini, peternak memiliki peluang lebih besar karena pemerintah telah menyiapkan skema pengembangan sekaligus pihak penyerap hasil produksi.

“Ini menjadi pasar yang baik. Dulu teman-teman yang kecil kalah di sisi promosi, penjualan, pasti kalah dengan teman-teman di industri. Sekarang semuanya ada di dalam program pemerintah, pengembangannya, kemudian off-taker-nya itu sudah ada,” katanya.

Baca Juga :  Prabowo Paparkan MBG dan Pemberantasan Korupsi di Depan Pengusaha AS

Produksi Susu Dalam Negeri Masih Rendah

Kementan mencatat populasi sapi perah nasional saat ini mencapai sekitar 540.657 ekor. Lebih dari 90 persen populasi tersebut berada di peternakan rakyat.

Meski demikian, produksi susu nasional baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan dalam negeri. Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan susu nasional.

Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pakan, kesehatan ternak, dan penambahan populasi sapi perah guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Makmun juga menyoroti produktivitas sapi perah nasional yang masih berada di bawah 20 liter susu per hari. Pemerintah menargetkan produktivitas tersebut meningkat hingga di atas 20 liter per hari dan diharapkan dapat mencapai 25 liter per hari.

“Kalau di negara-negara lain produksinya ada di atas 30 liter per hari. Kita ingin produktivitas peternak kita yang saat ini masih di bawah 20 liter per hari itu meningkat menjadi di atas 20 liter per hari, mudah-mudahan bisa mencapai 25 liter per hari,” ujarnya.

Industri Tingkatkan Kapasitas Produksi

Untuk mempercepat peningkatan populasi sapi perah, pemerintah bersama pelaku usaha telah mengimpor hampir 15 ribu ekor sapi bunting sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, General Manager Research and Development PT Indolakto, Tjatur Lestijaman, mengatakan peningkatan konsumsi susu sangat penting untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat dan menciptakan sumber daya manusia yang lebih sehat.

Menurut Tjatur, meningkatnya permintaan susu sejak pelaksanaan program MBG mendorong industri untuk memperluas kapasitas produksi dan menyiapkan investasi baru.

“Kalau buat Indolakto, cukup banyak sih kita harus meningkatkan kapasitas produksi karena itu. Harus ada investasi baru,” kata Tjatur.(ar)

Berita Terkait

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter
Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar
Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia
SKK Migas Buka Lowongan Kerja 2026, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftaran
BRI Kartu Kredit Beri Diskon 20 Persen di MyBluebird, Berlaku hingga Akhir 2026
BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026, Berapa Harganya?
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:00 WIB

Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB