Petani Kerinci Sulap Limbah Kopi Jadi Minuman Mendunia, Ciptakan Nilai Tambah Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cascara Tea Kerinci (Foto: Metrojambi.com)

Cascara Tea Kerinci (Foto: Metrojambi.com)

KERINCI, Jemarionline.com – Petani kopi di Kabupaten Kerinci kembali menunjukkan inovasi di sektor pertanian. Kali ini, mereka tidak hanya mengandalkan penjualan biji kopi, tetapi juga mengolah limbah kopi menjadi produk minuman bernilai ekonomi lebih tinggi.

Inovasi tersebut membuka peluang baru bagi petani untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi limbah hasil pengolahan kopi.

Selain itu, langkah ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak selalu bergantung pada produk utama karena bagian yang sebelumnya dianggap sisa juga dapat menjadi sumber nilai tambah.

Petani Ubah Limbah Kopi Menjadi Produk Bernilai

Petani di Kerinci mulai memanfaatkan bagian hasil produksi kopi yang sebelumnya jarang dimanfaatkan secara maksimal.

Melalui proses pengolahan tertentu, limbah kopi berubah menjadi minuman dengan cita rasa khas dan memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.

Baca Juga :  Transformasi Desa Digital Dorong Layanan Modern di Kerinci

Karena itu, petani tidak hanya memperoleh pendapatan dari penjualan biji kopi, tetapi juga dari produk turunan yang memiliki nilai jual tambahan.

Inovasi Dorong Nilai Ekonomi Kopi Kerinci

Pengembangan produk berbasis limbah memberi peluang bagi petani untuk memperluas pasar.

Selain meningkatkan pendapatan, inovasi tersebut juga membantu menciptakan pola pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pengolahan produk turunan membuka ruang bagi tumbuhnya usaha kecil dan pelaku ekonomi kreatif di sekitar sentra kopi.

Kopi Kerinci Terus Perkuat Daya Saing

Selama beberapa tahun terakhir, kopi Kerinci terus menarik perhatian karena kualitas dan pengembangannya yang semakin beragam.

Baca Juga :  Proyek Pengendalian Banjir Kerinci Digulirkan Rp11,4 Miliar

Pemerintah daerah dan berbagai komunitas kopi juga aktif mendorong peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Selain fokus pada hasil panen, pelaku usaha kini mulai memperhatikan proses hilirisasi agar produk kopi menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Hilirisasi Jadi Peluang Baru bagi Petani

Pemanfaatan limbah kopi menunjukkan bahwa petani mulai bergerak dari pola penjualan bahan mentah menuju pengembangan produk.

Langkah tersebut memungkinkan petani memperoleh nilai ekonomi lebih tinggi dari satu siklus produksi.

Karena itu, banyak pihak menilai inovasi seperti ini dapat memperkuat posisi Kerinci sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Indonesia. (man)

Berita Terkait

Dana BOS 2026 SMP di Sungai Penuh Capai Rp 3,9 Miliar, SMPN 8 Kelola Rp 788 Juta
129 Bangunan KDKMP di Jambi Rampung, Percepatan Program Koperasi Merah Putih Terus Digenjot
Dinas Pendidikan Kerinci Imbau Sekolah Gelar Perpisahan Sederhana, Jangan Bebani Orang Tua
Tender RSUD Kerinci Rp137,5 Miliar Tuntas, Monadi Genjot Layanan Kesehatan Modern
Nekat Mancing di Lubuk Larangan, Dua Warga Kena Denda Rp10 Juta
Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Semangat Persatuan
Bupati Monadi Ungkap Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Kerinci
MX Asia Bupati Cup 2026 Sukses Digelar, Kerinci Perkuat Posisi Sport Tourism
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dana BOS 2026 SMP di Sungai Penuh Capai Rp 3,9 Miliar, SMPN 8 Kelola Rp 788 Juta

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

129 Bangunan KDKMP di Jambi Rampung, Percepatan Program Koperasi Merah Putih Terus Digenjot

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:00 WIB

Dinas Pendidikan Kerinci Imbau Sekolah Gelar Perpisahan Sederhana, Jangan Bebani Orang Tua

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:00 WIB

Tender RSUD Kerinci Rp137,5 Miliar Tuntas, Monadi Genjot Layanan Kesehatan Modern

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:00 WIB

Nekat Mancing di Lubuk Larangan, Dua Warga Kena Denda Rp10 Juta

Berita Terbaru

(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Selasa, 2 Jun 2026 - 21:00 WIB