Pemecahan Sertifikat Mandek Lebih dari Setahun, Pelayanan ATR/BPN Kota Sungai Penuh Disorot Publik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengurus sertifikat tanah di kantor ATR/BPN Kota Sungai Penuh, namun proses pemecahan sertifikat dilaporkan berjalan lambat hingga lebih dari satu tahun.

Warga mengurus sertifikat tanah di kantor ATR/BPN Kota Sungai Penuh, namun proses pemecahan sertifikat dilaporkan berjalan lambat hingga lebih dari satu tahun.

Sungai Penuh, Jemarionline.com — Proses pemecahan sertifikat tanah di Kota Sungai Penuh menjadi perhatian publik setelah warga melaporkan keterlambatan yang berlangsung lebih dari satu tahun. Banyak pemohon mengaku sudah mengajukan permohonan sejak lama, tetapi hingga kini proses belum selesai.

Warga datang langsung ke kantor pertanahan untuk mengurus dokumen. Mereka melengkapi seluruh persyaratan sesuai prosedur yang berlaku. Namun, proses yang mereka jalani berjalan lambat dan tidak menunjukkan perkembangan yang jelas.

Sejumlah pemohon terus memantau berkas mereka. Mereka mendatangi kantor secara berkala untuk meminta informasi. Petugas biasanya menyampaikan bahwa berkas masih dalam proses tanpa memberikan rincian tahapan yang sudah dilalui.

Kondisi ini membuat warga kesulitan memperkirakan waktu penyelesaian. Mereka juga tidak mendapatkan gambaran pasti mengenai posisi berkas dalam sistem pelayanan.

Proses Berjalan Lambat

Pemecahan sertifikat seharusnya berjalan melalui tahapan yang terstruktur. Petugas memeriksa dokumen, melakukan pengukuran ulang, lalu memproses penerbitan sertifikat baru. Setiap tahap membutuhkan koordinasi yang baik agar proses berjalan lancar.

Namun, di Sungai Penuh, proses tersebut berlangsung lebih lama dari perkiraan. Warga menilai sistem pelayanan belum berjalan optimal. Mereka melihat adanya hambatan dalam alur kerja yang seharusnya bisa dipercepat.

Sebagian pemohon bahkan mengaku sudah menunggu lebih dari satu tahun tanpa kepastian. Situasi ini memicu keluhan karena proses administrasi tidak memberikan hasil sesuai harapan.

Baca Juga :  NTB Jadi Tuan Rumah Majelis Ulama dan Umara

Dampak terhadap Aktivitas Warga

Keterlambatan pemecahan sertifikat berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat. Banyak warga membutuhkan sertifikat untuk berbagai keperluan, seperti jual beli tanah, pengajuan pinjaman, atau pembagian warisan.

Ketika proses tidak selesai tepat waktu, rencana tersebut ikut tertunda. Warga tidak bisa melanjutkan transaksi karena status lahan belum memiliki kejelasan hukum.

Kondisi ini juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi. Transaksi properti yang tertunda dapat mempengaruhi perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Kurangnya Transparansi Informasi

Warga menilai akses informasi masih terbatas. Mereka tidak bisa memantau perkembangan berkas secara mandiri. Petugas belum menyediakan sistem yang memudahkan pemohon untuk mengecek status permohonan.

Akibatnya, warga harus datang langsung ke kantor untuk mendapatkan informasi. Langkah ini tentu membutuhkan waktu dan biaya tambahan.

Transparansi menjadi faktor penting dalam pelayanan publik. Tanpa informasi yang jelas, masyarakat sulit memahami proses yang sedang berjalan.

Dugaan Penyebab Keterlambatan

Beberapa faktor diduga mempengaruhi lamanya proses pemecahan sertifikat. Jumlah permohonan yang tinggi dapat memperlambat pelayanan jika tidak diimbangi dengan kapasitas yang memadai.

Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia juga dapat mempengaruhi kecepatan kerja. Petugas harus menangani banyak berkas dalam waktu bersamaan.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Teken Kerja Sama dengan Bulog

Proses teknis seperti pengukuran ulang lahan juga membutuhkan waktu. Jika terjadi perbedaan data di lapangan, petugas perlu melakukan verifikasi tambahan sebelum melanjutkan proses.

Koordinasi antarbagian juga berperan penting. Jika alur kerja tidak berjalan efektif, proses administrasi akan mengalami keterlambatan.

Perlunya Perbaikan Sistem Pelayanan

Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pelayanan masih membutuhkan perbaikan. Instansi terkait perlu meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat mendapatkan kepastian waktu.

Penambahan petugas dapat membantu mempercepat proses. Selain itu, perbaikan sistem antrean juga dapat membuat pelayanan lebih tertata.

Penggunaan teknologi digital dapat menjadi solusi. Sistem online memungkinkan warga memantau proses tanpa harus datang langsung ke kantor.

Instansi juga perlu menyediakan informasi yang jelas di setiap tahapan. Dengan cara ini, masyarakat dapat memahami proses yang sedang berlangsung.

Kepastian Waktu Jadi Kebutuhan Utama

Dalam pelayanan publik, kepastian waktu menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai durasi proses.

Tanpa kepastian waktu, warga akan terus menunggu tanpa arah. Kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan terhadap institusi pelayanan publik.

Pelayanan yang baik tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga transparansi dan akuntabilitas.

Berita Terkait

Harga Pangan Pokok Sungai Penuh Relatif Stabil, Cabai dan Ikan Tongkol Turun
Tema Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Usung Masyarakat Adat yang Beradab
Residivis Curanmor di Kerinci Dilumpuhkan Polisi, Sempat Melawan Saat Ditangkap
Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai, Ditargetkan Rampung Akhir 2026
DPRD Jambi Tekankan Langkah Tegas Usai Audit Forensik Bank Jambi
Persiapan Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Makin Matang, Ribuan Warga Siap Hadir
Gaji ke-13 ASN Sungai Penuh Belum Cair, Ribuan Pegawai Mulai Resah
56 Pejabat Pemkot Sungai Penuh Dilantik, Rotasi dan Promosi Jabatan Dilakukan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Pangan Pokok Sungai Penuh Relatif Stabil, Cabai dan Ikan Tongkol Turun

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:00 WIB

Tema Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Usung Masyarakat Adat yang Beradab

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:00 WIB

Residivis Curanmor di Kerinci Dilumpuhkan Polisi, Sempat Melawan Saat Ditangkap

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai, Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:09 WIB

DPRD Jambi Tekankan Langkah Tegas Usai Audit Forensik Bank Jambi

Berita Terbaru