Harga Emas Antam Naik Rp25.000, Buyback Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Grafik harga emas antam 24 karat/gram ( Poto : kontan.co.id )

Grafik harga emas antam 24 karat/gram ( Poto : kontan.co.id )

Jakarta, jemarionline.com – Harga emas Antam hari ini kembali bergerak naik pada Sabtu (30/5). Logam Mulia mencatat kenaikan sebesar Rp25.000 per gram dari posisi sebelumnya.

Pergerakan ini membawa harga emas ke level Rp2.799.000 per gram, setelah sebelumnya berada di Rp2.774.000 per gram. Kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback yang ditetapkan perusahaan.

Buyback Ikut Naik Lebih Tinggi

Logam Mulia menaikkan harga buyback sebesar Rp30.000 per gram. Nilai tersebut membuat harga buyback berada di Rp2.609.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.579.000 per gram.

Kebijakan ini menunjukkan penguatan harga emas di dua sisi sekaligus, baik pada harga jual maupun harga beli kembali. Namun, selisih antara keduanya tetap menjadi perhatian utama investor.

Spread harga tercatat sebesar Rp190.000 per gram berdasarkan data terbaru.

Selisih Harga Masih Lebar

Investor emas perlu memperhatikan selisih antara harga beli dan harga jual kembali. Pada kondisi saat ini, selisih tersebut masih tergolong cukup besar.

Pembelian emas di harga Rp2.799.000 per gram akan langsung menghadapi harga buyback Rp2.609.000 per gram jika dijual kembali pada hari yang sama. Situasi ini menghasilkan potensi selisih nilai Rp190.000 per gram.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa emas tidak memberikan keuntungan instan dalam jangka pendek.

Emas Lebih Efektif untuk Jangka Panjang

Investasi emas batangan lebih cocok digunakan sebagai strategi jangka panjang. Pergerakan harga yang fluktuatif menuntut investor untuk menahan aset dalam periode waktu lebih lama.

Faktor global seperti inflasi, kondisi ekonomi, dan permintaan pasar ikut memengaruhi arah harga emas. Karena itu, investor biasanya menunggu momentum kenaikan yang lebih besar untuk menutup spread.

Dalam banyak kasus, keuntungan baru terlihat setelah harga emas naik signifikan dalam beberapa bulan atau tahun.

Ilustrasi Untung Rugi Berdasarkan Waktu Beli

Data historis menunjukkan perbedaan hasil investasi emas berdasarkan waktu pembelian. Berikut gambaran perhitungannya:

  • Beli 30 Mei 2025 (Rp1.900.000/gram) → untung 37,32%
  • Beli 30 Agustus 2025 (Rp1.980.000/gram) → untung 31,77%
  • Beli 30 November 2025 (Rp2.413.000/gram) → untung 8,12%
  • Beli 23 Mei 2026 (Rp2.773.000/gram) → rugi 5,91%
  • Beli 30 April 2026 (Rp2.769.000/gram) → rugi 5,78%
  • Beli 02 Maret 2026 (Rp3.135.000/gram) → rugi 16,78%
Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026 Stabil, Saatnya Beli atau Tunggu? Cek Antam, UBS dan Galeri 24

Perbedaan waktu pembelian terbukti sangat menentukan hasil akhir investasi. Harga rendah memberikan ruang keuntungan lebih besar dibandingkan pembelian saat harga tinggi.

Investor Perlu Perhitungkan Strategi

Pergerakan harga emas yang dinamis menuntut strategi investasi yang matang. Investor tidak bisa hanya mengandalkan kenaikan harian untuk meraih keuntungan.

Selisih harga jual dan buyback juga harus masuk dalam perhitungan sejak awal. Tanpa itu, keputusan investasi bisa menghasilkan hasil yang tidak sesuai harapan.

Emas tetap memerlukan pendekatan yang disiplin agar dapat memberikan hasil optimal.

Emas Tetap Jadi Aset Lindung Nilai

Meski memiliki spread yang cukup lebar, emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai. Banyak investor memanfaatkannya untuk menjaga stabilitas nilai kekayaan.

Dalam jangka panjang, emas cenderung mempertahankan nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Kondisi ini membuatnya tetap relevan di berbagai situasi pasar.

Dengan tren harga yang terus bergerak, investor disarankan memantau perkembangan secara rutin agar dapat menentukan waktu transaksi yang tepat.(ar)

Berita Terkait

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010
Harga Gas Naik dan Produk China Membanjir, Industri Tekstil Indonesia Makin Tertekan
Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ajak Semua Pihak Jujur Melihat Kenyataan
Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026 Berubah, Pertamax Turbo Naik dan Dex Series Turun
Danantara Umumkan Petinggi DSI Pekan Depan, Ini Bocorannya
Rupiah Melemah, Purbaya Yakin Tekanan Akan Mereda dalam Beberapa Bulan
Ekspor Batu Bara dan Sawit Wajib Lapor DSI Mulai 1 Juni 2026, Ini Aturannya
Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Tekanan Rupiah Mereda, Geopolitik Global Jadi Kunci
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:00 WIB

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Gas Naik dan Produk China Membanjir, Industri Tekstil Indonesia Makin Tertekan

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ajak Semua Pihak Jujur Melihat Kenyataan

Senin, 1 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026 Berubah, Pertamax Turbo Naik dan Dex Series Turun

Senin, 1 Juni 2026 - 09:00 WIB

Danantara Umumkan Petinggi DSI Pekan Depan, Ini Bocorannya

Berita Terbaru

(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Selasa, 2 Jun 2026 - 21:00 WIB