Dolar AS Sempat Tembus Rp17.900, Rupiah Masih di Bawah Tekanan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi / Foto: Gilang Faturahman/detikfoto

Ilustrasi / Foto: Gilang Faturahman/detikfoto

Jakarta, Jemarionline.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada perdagangan terbaru. Dalam pergerakan intraday, dolar AS sempat menyentuh level Rp17.949 sebelum kembali bergerak di kisaran lebih rendah.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlangsung di tengah sentimen pasar global yang belum stabil. Selain itu, volatilitas pasar valuta asing juga membuat nilai tukar bergerak cepat dalam rentang yang cukup lebar.

Dolar AS Sempat Menyentuh Level Psikologis Baru

Dalam perdagangan hari ini, dolar AS bergerak dalam rentang sekitar Rp17.772 hingga Rp17.995.
Dengan rentang tersebut, pasar melihat adanya tekanan signifikan pada rupiah yang beberapa kali mendekati area psikologis baru.

Baca Juga :  Rupiah Akhirnya Bangkit Lawan Dolar AS, Putus Tren Melemah 5 Hari

Sementara itu, data pergerakan juga menunjukkan bahwa level Rp17.900 bukan lagi batas yang jauh dari jangkauan pasar. Kondisi ini memperkuat persepsi bahwa volatilitas rupiah masih cukup tinggi.

Tekanan Rupiah Masih Dipengaruhi Sentimen Global

Selain faktor domestik, tekanan pada rupiah juga muncul dari kondisi global yang belum sepenuhnya stabil. Investor cenderung mencari aset aman (safe haven), sehingga permintaan terhadap dolar AS meningkat.

Di sisi lain, ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat turut menjaga daya tarik dolar tetap kuat. Akibatnya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan.

Pergerakan Harian Masih Sangat Fluktuatif

Meski sempat menembus level tinggi, rupiah tetap mengalami fluktuasi dalam satu hari perdagangan. Dalam beberapa momen, nilai tukar sempat menguat kembali sebelum kembali tertekan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Turun ke Rp2.940.000 per Gram, Investor Mulai Meliri

Dengan demikian, pasar menunjukkan bahwa arah pergerakan belum stabil. Investor pun terus mencermati perkembangan data ekonomi global dan kebijakan bank sentral utama dunia.

Pergerakan dolar AS yang menguat biasanya berdampak pada berbagai sektor di dalam negeri. Misalnya, biaya impor dapat meningkat karena harga barang luar negeri menjadi lebih mahal.

Selain itu, pelaku usaha yang memiliki utang dalam dolar juga menghadapi tekanan biaya yang lebih besar. Namun demikian, dampaknya tidak selalu langsung terasa karena tergantung pada sektor masing-masing. (man)

Berita Terkait

Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rupiah Cetak Rekor Terlemah
BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini
DPR Dorong Pajak Ekonomi Digital untuk Perkuat Target Pertumbuhan 8%
Ketegangan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Global
Yuan Semakin Banyak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksi di Perbankan Nasional
Rupiah Melemah, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
Purbaya Tepis Anggapan Ekonomi 5,61% Hanya di Atas Kertas, Sebut Aktivitas Konsumsi Tetap Kuat
Ekspor Sawit Satu Pintu, MinyaKita Tetap Aman
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB

Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rupiah Cetak Rekor Terlemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:14 WIB

DPR Dorong Pajak Ekonomi Digital untuk Perkuat Target Pertumbuhan 8%

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:00 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Global

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00 WIB

Dolar AS Sempat Tembus Rp17.900, Rupiah Masih di Bawah Tekanan

Berita Terbaru

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah. Dok. Youtube BPJS Kesehatan

Ekonomi

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Bisnis

IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB