Vaksin Ebola Baru Oxford Siap Uji Klinis, Harapan Baru Lawan Wabah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

llustration by Pexels

llustration by Pexels

Jakarta, Jemarionline.com – Ilmuwan dari University of Oxford mempercepat pengembangan vaksin baru untuk melawan virus Ebola, terutama varian Bundibugyo yang saat ini menjadi perhatian dunia.

Tim peneliti menargetkan vaksin ini masuk tahap uji klinis dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan, setelah mereka menyelesaikan rangkaian uji awal di laboratorium.

Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization menetapkan wabah Ebola sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

WHO mengambil langkah ini setelah kasus terus meningkat di beberapa wilayah Afrika dan sistem kesehatan setempat menghadapi tekanan besar.

Situasi tersebut mendorong percepatan pengembangan vaksin oleh berbagai lembaga riset global.

Oxford Gunakan Platform Vaksin ChAdOx1

Peneliti Oxford mengembangkan vaksin ini menggunakan teknologi ChAdOx1, platform yang sebelumnya mereka pakai dalam vaksin COVID-19.

Baca Juga :  WHO Tetapkan Darurat Kesehatan Global atas Wabah Ebola Varian Bundibugyo

Tim peneliti memasukkan materi genetik virus Ebola Bundibugyo ke dalam platform tersebut agar sistem imun dapat mengenali dan melawan virus lebih cepat.

Pendekatan ini membantu mempercepat proses desain vaksin dibanding metode konvensional.

Meskipun pengembangan berjalan cepat, tim peneliti tetap menjalankan seluruh prosedur keamanan secara bertahap.

Mereka terlebih dahulu menguji respons imun di laboratorium, lalu mengevaluasi keamanan sebelum melanjutkan ke uji pada manusia.

Proses ini penting untuk memastikan vaksin tidak menimbulkan efek samping berbahaya.

Dua Kandidat Vaksin Masuk Perhatian Dunia

Selain Oxford, beberapa lembaga riset lain juga mengembangkan kandidat vaksin Ebola.

Salah satu kandidat menunjukkan potensi masuk uji klinis dalam 2–3 bulan, sementara kandidat lain membutuhkan waktu lebih lama hingga 6–9 bulan.

Baca Juga :  WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Global

Perbedaan ini terjadi karena tingkat kesiapan data uji laboratorium yang tidak sama.

Kasus Ebola terbaru di Afrika terus mendorong perhatian dunia kesehatan.

Faktor seperti keterbatasan fasilitas medis, mobilitas penduduk, dan keterlambatan deteksi membuat penyebaran virus sulit dikendalikan di beberapa wilayah.

Karena itu, dunia medis mempercepat riset vaksin sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Jika uji klinis berjalan sesuai rencana, vaksin ini dapat menjadi salah satu terobosan penting dalam penanganan Ebola.

  • Namun para peneliti tetap menekankan bahwa setiap tahap harus berjalan hati-hati agar vaksin aman digunakan secara luas. (man)

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini
WHO Peringatkan Lonjakan Penyakit Menular Global, Pemulihan Dunia Dinilai Melambat
Air Rebusan Mi Instan: Mitos Lilin yang Masih Dipercaya
Dinkes Bandar Lampung Imbau Waspada Hantavirus, Warga Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Global
Dinkes Pantau Kasus Hantavirus di Jakarta, Warga Diminta Waspada Penularan dari Tikus
Virus Hanta Bisa Menyerupai ISPA hingga Demam Berdarah, Dinkes Kukar Minta Tenaga Medis Waspada
Manfaat Daun Sirih Cina untuk Kesehatan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIB

WHO Peringatkan Lonjakan Penyakit Menular Global, Pemulihan Dunia Dinilai Melambat

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:00 WIB

Vaksin Ebola Baru Oxford Siap Uji Klinis, Harapan Baru Lawan Wabah

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:00 WIB

Air Rebusan Mi Instan: Mitos Lilin yang Masih Dipercaya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:00 WIB

Dinkes Bandar Lampung Imbau Waspada Hantavirus, Warga Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

Berita Terbaru

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah. Dok. Youtube BPJS Kesehatan

Ekonomi

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Bisnis

IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB