IHSG Turun 1%, Pasar Saham Tertekan di Awal Perdagangan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jemarionline.com – IHSG turun 1% pada awal perdagangan dan langsung mencerminkan tekanan di pasar saham domestik. Indeks bergerak di zona merah sejak pembukaan, seiring meningkatnya aksi jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Data perdagangan menunjukkan indeks melemah lebih dari satu persen atau sekitar 70 poin ke kisaran level 7.000-an pada sesi pagi. IHSG turun cepat setelah pelaku pasar merespons sentimen global dan domestik.

IHSG Turun 1% di Awal Perdagangan

Sejak awal sesi, tekanan jual langsung mendominasi pergerakan indeks. Mayoritas saham bergerak di zona merah dan menyeret indeks ke bawah.

Selain itu, nilai transaksi tercatat cukup tinggi, menandakan aktivitas jual beli yang aktif di pasar. Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar mengambil posisi hati-hati di tengah ketidakpastian.

Baca Juga :  Unilever Indonesia Tegaskan Buavita Masih Milik Perusahaan

Saham Big Caps Jadi Penekan Utama

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks. Saham perbankan, termasuk BBCA, mencatat pelemahan dan memberi dampak signifikan terhadap IHSG.

Penurunan saham-saham besar biasanya memiliki pengaruh besar karena bobotnya tinggi dalam indeks. Oleh karena itu, pelemahan sektor ini langsung menarik IHSG ke zona negatif.

Sentimen Global Masih Membayangi

Pergerakan IHSG tidak lepas dari pengaruh kondisi global. Ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik membuat investor cenderung menahan risiko.

Selain itu, pergerakan bursa di kawasan Asia juga cenderung melemah. Kondisi ini ikut mempengaruhi sentimen pasar domestik.

Investor saat ini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka memilih menunggu kepastian arah kebijakan global sebelum kembali masuk ke pasar.

Baca Juga :  Segini Bayaran Debt Collector di RI, Bisa Dapat Puluhan Juta Sekali Tarik Mobil Kredit Macet

Tekanan Jual dan Aksi Ambil Untung

Selain faktor eksternal, aksi ambil untung juga mendorong penurunan indeks. Setelah mengalami kenaikan pada beberapa sesi sebelumnya, investor mulai merealisasikan keuntungan.

Kondisi ini memperbesar tekanan jual di pasar. Kombinasi antara sentimen global dan aksi profit taking membuat IHSG sulit bertahan di zona hijau.

Pasar Masih Berpotensi Fluktuatif

Analis menilai pergerakan IHSG masih akan fluktuatif dalam waktu dekat. Pasar akan sangat bergantung pada perkembangan global serta data ekonomi terbaru.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan bank sentral dan kondisi geopolitik yang masih dinamis.

Berita Terkait

The Fed Tahan Suku Bunga, BI Siapkan Strategi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS Turun, Antam Naik
Saham Chip Asia Menguat, KOSPI dan Nikkei Terdorong Reli Teknologi
Bursa Seoul Dibuka Melonjak di Tengah Surutnya Harapan Damai AS-Iran
Harga Emas Galeri 24 Hari Ini 27 April 2026 Naik atau Turun?
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 April 2026 Bergerak Stabil, Cek Rincian per Karat
IHSG Tiba-Tiba Ambruk Pekan Ini, Investor Asing Ramai-Ramai Kabur dari Bursa
Harga Emas Antam Tiba-Tiba Terkoreksi, Galeri24 Jatuh Lebih Dalam dalam Sepekan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:00 WIB

IHSG Turun 1%, Pasar Saham Tertekan di Awal Perdagangan

Kamis, 30 April 2026 - 16:00 WIB

The Fed Tahan Suku Bunga, BI Siapkan Strategi

Rabu, 29 April 2026 - 16:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS Turun, Antam Naik

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WIB

Saham Chip Asia Menguat, KOSPI dan Nikkei Terdorong Reli Teknologi

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

Bursa Seoul Dibuka Melonjak di Tengah Surutnya Harapan Damai AS-Iran

Berita Terbaru