Kerinci, Jemarionline.com – Dapur MBG Kerinci bermasalah dan memicu sorotan publik. Temuan di lapangan menunjukkan petugas menyajikan susu berperisa dan buah tidak layak konsumsi kepada penerima manfaat program makan bergizi gratis.
Sejumlah laporan lapangan mengungkap petugas dapur tidak mengikuti standar menu. Mereka membagikan susu varian rasa, bukan susu tanpa perisa seperti yang diwajibkan.
Petugas Sajikan Susu Berperisa
Badan Gizi Nasional menetapkan penggunaan susu tanpa rasa untuk menjaga kualitas gizi. Aturan ini bertujuan mengurangi asupan gula tambahan pada anak.
Namun, petugas dapur tetap membagikan susu berperisa seperti vanila. Tindakan ini menyimpang dari ketentuan program.
Temuan tersebut memperkuat dugaan pelanggaran di tingkat pelaksana.
Petugas Bagikan Buah Tidak Layak
Petugas juga membagikan buah dalam kondisi tidak segar. Laporan menyebut buah duku yang diterima peserta sudah membusuk.
Kondisi ini berisiko bagi kesehatan penerima manfaat, terutama anak-anak.
Aktivis Soroti Dugaan Penyimpangan
Aktivis Kerinci-Sungai Penuh, Yolan, mempertanyakan alasan yang selama ini disampaikan pengelola.
“Informasi yang selama ini mereka sampaikan… tidak ada,” ujarnya.
Ia juga menilai pengelola tidak menggunakan bahan sesuai standar.
“Diduga kuat mereka sengaja tidak mau memakai susu standar,” tegasnya.
Pengawasan Dinilai Lemah
Sejumlah pihak menilai pengawasan program tidak berjalan maksimal. Pemerintah sebenarnya sudah menetapkan standar ketat.
Namun, pelaksana di lapangan tidak menjalankan aturan secara konsisten. Kondisi ini membuka celah pelanggaran.
Masyarakat Desak Evaluasi
Masyarakat mendesak pemerintah segera turun tangan. Mereka meminta sidak langsung ke dapur MBG.
Selain itu, masyarakat juga menuntut transparansi dalam pengelolaan bahan dan anggaran.
Jika dugaan ini terbukti, pelanggaran tidak hanya merugikan program, tetapi juga merusak kepercayaan publik.
Pengelola Belum Beri Penjelasan
Hingga kini, pengelola dapur MBG di Kabupaten Kerinci belum memberikan penjelasan resmi.
Publik menunggu klarifikasi dan langkah konkret dari pihak terkait.









