JAKARTA, Jemarionline.com — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kondisi energi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman meski konflik global memanas.
Bahlil menyampaikan laporan itu usai rapat terbatas di Istana. Ia menegaskan seluruh cadangan BBM berada di atas standar minimum nasional.
Menurutnya, pasokan bensin, solar, dan energi lain masih stabil. Pemerintah juga menjaga distribusi agar tetap lancar di seluruh wilayah.
Stok BBM Tetap Aman Meski Konflik Memanas
Bahlil menjelaskan konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan di Selat Hormuz, belum mengganggu pasokan energi dalam negeri.
Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung hampir dua bulan. Namun, pemerintah tetap menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Selain itu, pemerintah memastikan ketersediaan minyak mentah untuk kebutuhan kilang juga aman.
Pemerintah bahkan mencari alternatif pasokan untuk mengurangi ketergantungan pada wilayah terdampak konflik.
Pemerintah Siapkan Strategi Ketahanan Energi
Bahlil menegaskan pemerintah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi krisis energi global.
Pertama, pemerintah meningkatkan produksi dalam negeri melalui optimalisasi lifting minyak.
Kedua, pemerintah mengembangkan energi alternatif seperti biodiesel B50.
Ketiga, pemerintah mendorong penggunaan bioetanol sebagai campuran bahan bakar.
Langkah tersebut bertujuan menekan impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Presiden Minta Tetap Waspada
Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kabinet tidak lengah meski kondisi BBM aman.
Ia menegaskan pemerintah harus tetap bekerja efisien dan waspada menghadapi krisis global.
Menurutnya, kondisi global saat ini justru menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan nasional.









